image

Komisi II DPR RI Ahmad Baedowi dalam diskusi, Kamis (14/9). Foto: suaramerdeka.com/Hartono Harimurti

14 September 2017 | 16:05 WIB | Nasional

439 Ribu Tenaga Honorer Sulit Diangkat Sekaligus

JAKARTA, suaramerdeka.com- Hingga kini masih ada 439 ribu lebih Tenaga Honorer K2yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia, yang masih belum jelas nasib pengangkatannya. Agar adil, maka sebaiknya mereka bisa diangkat seluruhnya. Namun problemnya, kemampuan keuangan pemerintah sulit untuk merealisasikan hal tersebut. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPR RI Ahmad Baedowi.

"Seharusnya, atau adilnya itu mereka yang belum juga diangkat, ya diangkat semua. Masalah mereka yang selalu terkatung-katung ya harus segera diselesaikan pemerintah. Tapi ini sulit direalisasikan, karena kemampuan keuangan pemerintah tidak mendukung," kata Baidowi dalam diskusi bertema "Rekrutmen CPNS, Bagaimana Nasib Tenaga Honorer di Pressroom Komplek Parlemen, Kamis (14/9) siang ini.

Menurut politisi PPP tersebut, pemerintah seharusnya memperhatikan para Tenaga Honorer K2 tersebut. Hal ini karena dari segi pengabdian dan pengalaman kerja mereka sudah tidak diragukan lagi. Berdasarkan data yang dimiliki DPR, bahkan banyak dari mereka yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun. Maka bila ada rekrutmen CPNS, dia mengusulkan ada komposisi 50 : 50. 

"Dalam arti 50 persen itu diambil dari Tenaga Honorer K2 yang sudah mengabdi dan berpengalaman, 50 persen lagi baru dari orang baru. Itu usulan saya, saat kemampuan keuangan pemerintah tidak bisa mengangkat Tenaga Homorer K2 secara sekaligus. Karena nasib mereka jangan sampai dilupakan, dan harus diselesaikan secara bertahap, bila kemampuan keuangan pemerintah ya bisanya seperti itu," kata pria asal Pamekasan Madura tersebut. 

(Hartono Harimurti /SMNetwork /CN41 )