image

Foto: Kompas.com

14 September 2017 | 15:23 WIB | Nasional

Presiden Sentil Program Pemerintah yang Tak Jelas

JAKARTA, suaramerdeka.com- Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Istana Negara Jakarta, Kamis (14/9). Presiden mengungkapkan masih banyaknya inefisiensi dalam penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Banyak inefisiensi di APBN dan APBD yang perlu perbaikan besar-besaran," kata Presiden seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Presiden mengatakan sistem akuntansi pemerintah seharusnya berorientasi kepada hasil, bukan prosedur.

"Yang lalu-lalu kita terlalu banyak membuat aturan, pagar dibuat tinggi-tinggi, tapi yang lompat juga masih banyak, buat apa buat tinggi tinggi kalau yang lompat masih banyak," katanya.

Pada awal sambutannya Presiden mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan negara tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan teknis, namun prosedural saja.

"Yang kita lakukan harus mengarah kepada perbaikan sistem. Ini yang selalu dan berkali-kali saya ulangi, perbaikan sistem," katanya, menegaskan.

Ia juga mengkritik kegiatan dan program pemerintah yang ukuran kinerjanya tidak jelas.

"Juga banyak kegiatan atau program yang tidak ada keterkaitan dengan sasaran pembangunan, jadi lepas sendiri-sendiri," katanya.

(Ant /CN41 )