image

PASAR YAIK: Pembeli sedang melihat-lihat barang di pintu masuk Pasar Yaik Baru, Kamis (14/9). (Foto: suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

14 September 2017 | 14:15 WIB | Semarang Metro

Pedagang Pasar Yaik Menolak Direlokasi

SEMARANG, suaramerdeka.com -Rencana Pemkot Semarang untuk merelokasi para pedagang Pasar Yaik Baru dan Yaik Permai mendapat penolakan. Mereka menolak pindah ke tempat relokasi di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), karena khawatir omzet menurun. 

Para pedagang bersedia pindah bila pembangunan Pasar Johar Lama (Bangunan Cagar Budaya) dan Pasar Johar Baru (eks Pertokoan Kanjengan) selesai dibangun. Jadi tidak pindah ke tempat relokasi di MAJT, tetapi langsung pindah ke bangunan baru.

"Kalau nantinya mau dibuat alun-alun, ya menunggu Pasar Johar selesai dibangun dulu. Pasar Johar yang terbakar pada 2015 lalu saja baru diperbaiki tahun ini. Apalagi dengan bangunan lain. Saat yang saya dengar, anggarannya juga belum siap semua," ujar Ketua Paguyuban Pedagang Blok B Pasar Kanjengan, H Darmin (56), kemarin. 

Penjual makanan ringan tersebut mengungkapkan, para pedagang Pasar Johar yang berada di tempat relokasi, tidak mengetahui kapan akan pindah ke tempat lama. Omzet para pedagang juga terus menurun, karena pembeli tak sebanyak saat berjualan di Pasar Johar. 

Sutarti (50), penjual pakaian juga menyatakan hal yang sama. Kalau memang harus pindah, imbuhnya, sebaiknya langsung ke bangunan baru. Tidak perlu sampai pindah ke tempat relokasi. Selain butuh biaya pindah, di lokasi baru juga kurang menjanjikan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto meminta agar para pedagang menghormati usaha pemerintah. Untuk membangun Komplek Pasar Johar, ujarnya, butuh dana yang besar. 

Dia menambahkan, Kementerian Perdagangan berencana menambah bantuan anggaran, bila pembangunan Pasar Johar Baru berhasil dilaksanakan sesuai target. Perbaikan BCB juga sudah mulai dilaksanakan oleh pemkot. Rencananya, tahun depan juga ada bantuan dari Kementerian PUPR. 

"Mau tidak mau, pedagang Pasar Yaik harus pindah. Pemerintah sudah mengeluarkan banyak anggaran untuk pembangunan awal Komplek Pasar Johar. Termasuk pembangunan tempat relokasi dengan anggaran Rp 16,196 miliar. Pada 2018, komplek Pasar Johar akan ditutup pagar seng," tambah Fajar. 

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta agar pedagang tidak khawatir. Seluruh pedagang yang menghuni Komplek Pasar Johar akan kembali saat seluruh bangunan jadi. Saat pindah, juga tidak dipungut biaya sepeserpun.  

"Kami terus berusaha mencarikan anggaran untuk pembangunan Komplek Pasar Johar. Selain itu, kami juga mengalokasikannya dari APBD Kota Semarang, secara bertahap. Kami berharap, pembangunan bisa dikerjakan secepatnya," tandas Hendi. 

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN41 )