image

Dedi Saputro (32) tahanan kasus pencurian, mencium mesra istrinya usai ijab qobul di Polsek Semarang Selatan. Setelah itu, Dedi digelandang kembali ke sel tahanan. (Foto suaramerdeka.com/Apit Yulianto)

14 September 2017 | 12:42 WIB | Semarang Metro

Haru! Tahanan Pencurian Nikahi Kekasihnya di Polsek

SEMARANG, suaramerdeka.com- Dedi Saputro (32), salah seorang tahanan Polsek Semarang Selatan menikahi kekasihnya, Dika Agustin Mahatmaya (20), Kamis (14/9). Mereka melangsungkan ijab qobul tersebut di aula Polsek Semarang Selatan, sekitar pukul 10.00 wib.

Upacara ijab qobul itu disaksikan oleh kedua belah pihak keluarga serta dengan pengawalan pihak kepolisian, termasuk Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Dedi Mulyadi. Dedi menikahi Dika yang sudah hamil delapan bulan itu, dengan mas kawin seperangkat solat.

Dedi yang mengenakan baju warna putih dan peci hitam itu dengan lancar mengucapkan kalimat ijab qobul kepada penghulu dari KUA Semarang Selatan. Orang tua Dedi sempat histeris melihat anaknya itu terpaksa melangsungkan pernikahan di kantor Polisi.

Sementara Dika yang mengenakan kebaya merah muda itu tampak tegar duduk disamping Dedi, meski sesekali mengusap air mata.

"Rasanya campur aduk, bahagia sekaligus sedih. Saya sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah saya perbuat," terang Dedi warga Wonodri Kopen itu.

Usai upacara sakral itu selesai, Dedi pun berpamitan untuk kembali lagi ke sel tahanan, sembari mengecup mesra kening istrinya itu. Dia harus menjalani hukuman dari perbuatan yang sudah dia berbuat.

"Rencana pernikahan sudah sejak 3 bulan lalu, undangan pernikahan sudah disebar sebelum saya tertangkap," ujar pria yang mengaku berprofesi sebagai pak ogah itu.

Sedangkan, Kapolsek menjelaskan, Dedi adalah tahanan kasus pencurian genset di sebuah kios di Pasar Peterongan Semarang, pada 31 Agustus lalu bersama rekannya, Ahmad Wijayanto (31). Mereka berdua terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan acaman hukuman 5 tahun penjara.

"Saya mengizinkan upacara pernikahan di Polsek, selama tidak mengganggu penyidikan. Tapi bagaimanapun juga upacara pernikahan adalah ibadah, dan polisi memberikan ijin wujud humanisme," pungkas Kapolsek.

 

(Apit Yulianto /SMNetwork /CN19 )