image

Foto: suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo

03 Oktober 2017 | 12:00 WIB | Musika

Album Tempo Doeloe

Bosas Renyah Ala Chaseiro

Album :Pemuda 
Artis.    :Chaseiro
Produksi:Musica/1979

CHASEIROadalah grup musik sekaligus vokal yang beranggotakan para mahasiswa Universitas Indonesia. Grup ini didirikan tahun 1978 dan beranggotakan: Chandra Darusman (vocal/keyboard), Aswin Sastrowardoyo (vocal/gitar), Rizali Indrakesuma (vocal/bas), Helmi Indrakesuma (vocal), Irwan B Indrakesuma (vocal), Norman Sonisontani atau Omen (vocal), Uce Haryono (drum), dan Erwin Hudioro (flute).

Berawal dari prestasi mereka di lomba vocal grup yang digelar Radio Amigos Jakarta tahun 1978. Berkat lagu "Pemuda" dan "Meri Wong", mereka meraih juara. Selanjutnya mereka merekam debut album yang berjudul Pemuda di tahun 1979 awal. Hasilnya lagu "Pemuda" kemudian menjadi terkenal dan masih kerap dinyanyikan oleh musisi atau penyanyi lain hingga kini.

Gaya musik Chaseiro kemudian banyak memberi influence bagi musisi generasi sesudahnya. Sebut saja grup Kahitna yang sama-sama mengandalkan lagu karya leader sekaligus pemain keyboard, Yovie Widianto. Selain itu, Kahitna juga mengandalkan tiga vocalis, sama dengan Chaseiro. Juga ada salah satu lagu Kahitna yang musik terpengaruh musik lagu milik Chaseiro. Sebut saja "Setahun Kemarin" yang musiknya terpengaruh musik lagu "Rasa Bimbang"nya Chaseiro.

Musisi lain yang terpengaruh adalah White Shoes and The Couple Company. Juga grup Semenjana yang kemarin (Senin, 2/10) baru diulas review albumnya. Berikut review album Chaseiro:

Pemuda: dibuka sound kibor dari Chandra Darusman sepanjang dua bar. Selanjutnya vocal Omen masuk ke bagian verse beriring denting pianonya dan dentaman bas Rizali. Selanjutnya menjelang masuk ke bagian reffrain, harmonisasi vocal dari para personel mulai muncul. Apalagi saat masuk bagian reffrain yang ditingkah fil in drum dari Uce Haryono, dan kemudian musik pada lagu ini mengalir dalam irama slow bit funk. Namun di bagian jeda hentakan musik berubah menjadi contra bit, serta dihiasi tiupan flute dari Edwin. Masuk lagi ke bagian verse yang juga dibumbui harmonisasi vocal para personel.

Irama Hidup: chorus dari para personel membuka lagu ini sepanjang empat bar, beriring hentakan musik swing pop. Selanjutnya vocal Chandra masuk ke bagian verse beriring hentakan musik swing pop, berselingan suara flute dari Edwin. Bagian jeda lagu ini diisi dengan tiupan flute Edwin. Sedangkan saat masuk ke bagian bridge, Aswin mulai memainkan drive-drive gitar, walau hanya singkat.

Hanya Membekas Kini: petikan gitar akustik Aswin membuka lagu ini beriring dentaman bas Rizali dan tiupan flute Edwin sepanjang empat bar. Selanjutnya vocal Aswin masuk ke bagian verse beriring petikan gitar akustik dan dentaman bas Rizali. Saat masuk ke verse kedua dan reffrain, Uce mulai memainkan bit bit slow bit funk. Setelah melewati bridge dan reffrain, bagian jeda diisi permainan keyboard Chandra dan petikan gitar akustik yang cepat dari Aswin.

Awal dan Hari Ini: dibuka dengan sound efek gitar Aswin sepanjang empat bar. Kemudian Uce mulai memainkan fil in dan masuk dalam irama jazz funk bit up tempo yang diisi sound kibor Chandra sepanjang dua bar. Selanjutnya vocal Helmi masuk ke bagian verse dan reffrain beriring musik berirama jazz funk bit up tempo. Sementara bagian jeda diisi dengan permainan drive gitar dari Aswin, denting piano Chandra, serta tiupan flute dari Edwin.

Sendu: Chandra membuka denting piano yang cepat sepanjang dua bar. Selanjutnya mengiringi vocalnya di bagian verse dan reffrain lagu ini. Lagu ini hanya beriring denting piano dan sound keyboard yang dimainkan Chandra, termasuk vocalnya. Tak ketingggalan Aswin memainkan gitar akustiknya.

Hari yang Indah: petikan gitar akustik dari Aswin membuka lagu ini. Selanjutnya Uce mulai memasukkan fil in dan memainkan slow bit funk yang beriring sound kibor dari Chandra. Omen mengisi vocal pada lagu yang berirama slow bit funk dan banyak dihiasi sound flute dari Edwin.

Rasa Bimbang: hentakan musik berirama bosas mid tempo mengalun membuka lagu ini sepanjang dua bar beriring denting piano elektrik dari Chandra dan tiupan flute dari Edwin. Kemudian vokal Omen masuk ke bagian verse beriring hentakan musik bosas mid tempo. Pada verse kedua, vokal Omen ditingkah dengan raungan sound kibor dari Chandra. Saat masuk ke bagian reffrain, berselingan dengan tiupan flute dari Edwin. Bagian jeda lagu ini diisi dengan denting piano elektrik Chandra dan diselingi tiupan flute Edwin. 

Dara: petikan gitar akustik Aswin membuka lagu ini sepanjang dua bar. Kemudian sound kibor Chandra disusul dentaman bas Rizali dan ketukan setting timah dari Uce, memainkan musik bosas mid tempo. Saat itu pula vokal Helmi bersanding dengan vokal Chandra masuk ke bagian verse dan dilanjut ke bagian reffrain. Bagian jeda lagu ini diisi dengan permainan gitar Aswin dan berlatar sound kibor Chandra, kemudian disusul tiupan flute dari Edwin.  

Gemilang: dentaman bas Rizali yang cepat membuka lagu ini sepanjang empat bar. Kemudian pada bar ketiga menyusul hentakan musik latin yang up tempo. Lalu pada bar ke-5 menyusul tiupan flute dari Edwin sebagai lead pada lagu instrumental. Setelah melewati verse dan reffrain, giliran petikan gitar Aswin mengisi verse kedua tetapi hanya singkat dan langsung diisi tiupan flute dari Aswin. Selanjutnya setelah melewati reffrain, hentakan musik berubah menjadi jazz funk bit mid tempo yang mengandalkan permainan piano dan kibor dari Chandra. Selanjutnya kembali lagi ke pola latin yang up tempo dengan sound flute sebagai lead. 


Sapa Pra Bencana: denting piano Chandra membuka lagu ini sepanjang tiga bar dalam iringan musik bosas mid tempo. Kemudian menyusul tiupan flute Edwin sepanjang dua bar. Vokal Chandra, Helmi, Irwan, Rizali, dan Omen masuk ke bagian verse dan memainkan harmonisasi yang manis, serta masih beriring hentakan musik bosas. Bagian jeda lagu ini diisi dengan petikan gitar Aswin yang disusul dengan tiupan flute Edwin, terus berganti dengan petikan gitar Aswin, selanjutnya Chandra giliran memainkan pianonya. 


Masa ke Masa: sound kibor Chandra membuka lagu ini seakan beriring hentakan musik berbirama 3/4 dan memainkan nada-nada bagian verse lagu ini. Selanjutnya vokal Irwan masuk ke bagian verse masih beriring sound kibor Chandra yang seakan memainkan birama 3/4. 

Meri Wong: denting piano elektrik berunision dengan dentaman bas dan hentakan drum sebanyak empat kali. Kemudian menyusul fil in drum dan musik mengalir dalam hentakan jazz funk bit up tempo yang diisi dengan permainan gitar Aswin dan kibor dari Chandra. Setelah diisi chorus para personel dengan menyanyikan bagian reffrain Meri Wong sepanjang empat kali. Menyusul vokal Helmi masuk ke bagian verse dan masih beriring dengan hentakan musik jazz funk bit up tempo. Selanjutnya masuk ke bagian bridge lagu hentakan musik berubah temponya menjadi lebih lambat. Lalu musik kembali ke pola semula hingga lagu ini tuntas. 

(Nugroho Wahyu Utomo /SMNetwork /CN40 )