image

Para pendukung film Satria berfoto dengan Bupati Banyumas. (suaramerdeka.com/Benny Benke)

27 September 2017 | 07:35 WIB | Sinema

Film Satria Dibuat dengan Semangat Kejujuran

 JAKARTA, suaramerdeka.com-- Fim Satria: Menjadi Juara dengan Cara Sederhana, yang dibuat di daerah Banyumas,  dengan menggunakan bahasa Banyumasan,  tetap mengangkat persoalan nasional.  Demikian dikatakan Jito Banyu, sutradara film Satria, dalam rilis resmi film itu di Jakarta,  Selasa (26/9). 

Jito menambahkan,  dengan mengusung semangat kebhinekaan,  film Satria yang berfokus pada persoalan kepramukaan,  akan selaras dengan persoalan negara dewasa ini. Film yang dibintangi Yama Carlos,  Rianti Catwrigh,  Jajang C. Noer,  Nicole Melayu,  Elvira Devinamra dan beberapa nama lainnya itu, sebagaimana diharapkan Bupati Banyumas  Ir. H. Ahmad Husain.

 "Semoga tidak hanya berhenti sebagai tontonan saja,  tapi juga mampu memberikan tuntunan, " katanya. 

Film Satria menurut Jito akan dibuat dengan semangat blakasuta,  atau penuh kejujuran,  apa adanya,  penuh keterus terangan, 

"Sebagaimana semangat blakasuta orang Banyumas kebanyakan," ujar dia. 

Kepala Pusat Pengembangan Film (Pusbang Film), Dr Maman Widjaja, berharap film dengan semangat kedaerahan namun sangat nasionalials ini,  bisa merangsang film maker daerah lain membuat film dengan semangat serupa.  Sehingga setiap daerah mampu memberikan sumbangsih kepada perkembangan perfilman nasional. 

Seberapa penting film Satria menurut Jajang C.Noer?

"Ini film bagus sekali.  Karena sangat NKRI dan mengusung semangat Kebhinekaan.....Merdeka, " katanya.  

Hal senada dikatakan Pong Harjamo. Menurut dia,  film Satria mengusung semangat kebangsaan yang sangat kekinian. 

"Dari judulnya aja sangat langka, dan sudah menunjukkan karakter Satria. Yaitu rendah hati,  jujur,  cerdas dan berani sebagainana sifat seorang kesatria," katanya. 

Film Satria,  produksi bersama Ralia dan Gula Kelapa Pictures. 

(Benny Benke /SMNetwork /CN40 )

ENTERTAINMENT TERKINI