image

Foto: Liputan6

20 September 2017 | 23:13 WIB | Sinema

"Malam Satu Suro", Ajak Reunian ke Era 80an

Bagi masyarakat Indonesia, malam 1 Suro selalu identik dengan film yang satu ini. Yap, apalagi kalau bukan film Malam Satu Suro yang bergenre horor. Mendengar judulnya, pasti ingatan masyarakat akan melayang pada sosok legenda film horor Tanah Air, Suzanna. Sejak ia meninggal pada 2008 lalu, belum ada aktris Indonesia yang mampu menyamai kharismanya. Konon, Julia Perrez pernah disebut-sebut sebagai "titisan" Suzanna.

Berbicara soal film Malam Satu Suro, film yang dibuat tahun 1988 ini disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Selain Suzanna, Fendy Pradana juga didapuk sebagai lawan main Suzanna dengan nama Bardo. 

Dalam film ini Suzanna berperan sebagai Suketi, si hantu sundel bolong. Cerita bermula saat arwah Suketi yang gentayangan dibangkitkan dari kuburannya oleh dukun bernama Ki Rengga, untuk dijadikan anak angkatnya. Suketi adalah seorang wanita muda yang mati bunuh diri setelah diperkosa dan hamil. Arwahnya pun tidak beristirahat dengan tenang.

Ki Rengga kemudian menancapkan paku keramat ke kepala Suketi sembari merapal mantera kuna berbunyi,

"Suketi, manuta nduk, kowé arep takdadikké anak angkatku."
("Suketi, menurutlah nak, engkau akan kujadikan anak angkatku")

Suketi pun menjadi manusia kembali. 

Suatu ketika, Bardo yang tengah berburu, dihalangi Suketi ketika akan memanah kelinci. Bardo pun jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Suketi. Bardo yang berniat melamar Suketi pun mendatangi Ki Rengga.

Awalnya lamaran Bardo ditolak oleh Ki Rengga. Namun akhirnya disetujui setelah permohonan Bardo yang tulus dan dorongan kuat dari Suketi. Bardo mengikuti syarat Ki Rengga, bahwa pernikahan harus diadakan pada "Malam satu Suro" di tengah Alas Roban tanpa dihadiri siapa pun kecuali sang dukun.

Singkat cerita, kehidupan keluarga baru Suketi tak lagi bahagia saat lawan bisnis Bardo mencari celah untuk menjatuhkan Bardo. Ia tahu jika Suketi bukan manusia. Konon, siapa yang menikahi sundel bolong, maka akan menjadi kaya raya. Akhirnya lawan bisnis Bardo berkomplot untuk mencabut paku yang menancap di kepala Suketi, hingga Suketi kembali menjadi Sundel Bolong.

Tak berhenti sampai di situ. Anak Suketi diculik dan dibunuh oleh komplotan lawan bisnis Bardo. Suketi pun berang. Suketi mulai membalaskan dendamnya kepada satu persatu komplotan penjahat tersebut dengan cara-cara yang kejam. Ia bersumpah akan terus gentayangan sebelum dendamnya terbalas. Suketi pun kembali ke alam baka setelah berhasil membalas orang-orang yang telah menyakiti diri dan keluarganya. Film berdurasi 84 menit ini diakhiri dengan adegan menghilangnya Suketi setelah menitipkan pesan kepada Bardo untuk menjaga anak laki-laki mereka.

Film ini, setelah disyuting, kemudian diproses dan disunting di Hong Kong Color Movie Lab di Hong Kong dan studio Inter Pratama di Jakarta. Film besutan Soraya Intercine Films ini juga menampilkan aktor kawakan Bokir dan Dorman Borisman.

(Fadhil Nugroho Adi /SMNetwork /CN41 )

ENTERTAINMENT TERKINI