image

Anggota Komite Seleksi Oscar Kategori Best Foreign Language. (suaramerdeka.com/Benny Benke)

20 September 2017 | 16:18 WIB | Sinema

Film 'Turah' Wakili Indonesia di Academy Awards 2018

JAKARTA, suaramerdeka.com-- Dari 130 lebih film Indonesia yang dinilai anggota komite Oscar kategori Best Foreign Language, akhirnya film berjudul "Turah", produksi Empat Warna Media,  ditetapkan untuk mewakili Indonesia di ajang Academy Awards 2018. Film "Turah" akan  memperebutkan piala Oscar.

Pilihan pada film "Turah" berdasarkan pada sisi menarik film ini. Baik secara tema dan semua unsur pendukungnya,

"Dan film Turah sesuai dengan karakter Oscar dengan berbagai karakteristiknya," ujar Christine Hakim, selaku Ketua Komite Seleksi yang beranggotakan 13 insan film di Jakarta, Selasa (19/9). 

Christine Hakim menambahkan, demi menghormati kualitas film Indonesia yang ditetapkan mewakili Indonesia, anggota komite memilih menyimpan rapat kandidat terdekat film "Turah". 

" Sangat bisa jadi, jika kita mengikutkan film Indonesia di Berlinale atau Cannes, pasti lain filmnya," imbuh dia, sembari mengatakan, film "Turah" sangat jujur, tidak genit, apalagi berniat menjual kemiskinan. 

Dengan tanpa harus berpayah payah mengangkat tema kultural edukatif. Serta menghadirkan kemunafikan dengan estetis. Yang paling utama, dia menambahkan, konten film "Turah" sangat kuat.  Meski secara teknis, kalah jauh dengan film Hollywood. 

Walau pun Mathias Muchus mengakui film "Turah"  sudah terkonsep dengan bagus. 

"Konten dan teknis ngeblend, bagus semua," katanya. 

Sebelumnya Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS), selaku penyelenggara gelaran Academy Awards atau Oscar, untuk kali kesekian menunjuk Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) untuk menunjuk satu film Indonesia, guna  bertarung dikategori Best Foreign Language.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, atau sejak tahin 1987, PPFI langsung membentuk komite, yang beranggotakan insan film dari berbagai disiplin ilmu, untuk pada akhirnya menentukan film mana akan dikirim ke Academy Awards 2018.

Dikepalai oleh aktris sekaligus produser film, Christine Hakim, anggota komite Oscar kali ini berawak Alim Sudio, Benni Setiawan, Fauzan Zidny, Firman Bintang, Yenny Rachman, Marcella Zalianty, Mathias Muchus, Reza Rahadian, Roy Lolang, Tya Subiyakto, Wina Armada, dan ZairinZain. Diharapkan, dari film yang ditunjuk secara fair ini, pemerintah turut memberikan sokongan konkrit atas biaya promosi dan iklan film yang mewakili Indonesia. 

Dengan demikian, sebagaimana dikatakan Ketua Umum PPFI, H Firman Bintang, bahwa gaung film Indonesia yang dikirim ke Oscar 2018, menjadi lebih besar. 

"Selain itu terdengar ke banyak jaringan dan pelaku film, yang efeknya berimbas ke film Indonesia lainnya," katanya. 

Firman Bintang menambahkan, agar kerja kreatif PPFI dan anggota komite Oscar berjalan lebih smooth, PPFI berencana membentuk panitia tetap atau Pantap yang berjalan per tiga tahun. 

"Agar Pantap dapat bekerja lebih terskedul, rapi, dan  profesional, sehingga dalam penentuan film Indonesia yang akan bertarung di Oscar menjadi lebih matang, " imbuh dia. 

Turunannya, pemerintah, melalui Kementrian terkait, dalam hal ini Kemendikbud cq Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film), atau Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dapat memberikan dan lebih berperan aktif turut memberikan sokongannya berupa pendanaan promosi kepada film terpilih yang mewakili Indonesia. 

Hal senada diutarakan Christine Hakim. Menurut dia, Panitia Tetap atau Board of lndonesia Committee Science yang akan dibentuk harus bekerja tiga tahun. Dia mencontohkan, Direktur Festival film di Sydney, dikontrak selama tiga  tahun. Direktur Rotterdam Festival, juga dikontrak tiga tahun. 

“Sebab dengan waktu selama tiga tahun itu, mereka bisa bikin planning dan progress. Kalau tidak begitu, kita akan beginibegini terus. Rasanya apa yang kita mau bikin ya kalau tiap tahun orangnya berubah. Director festival itu harus dipegang oleh satu orang, ” kata Christine. 

Dia menambahkan, ihwal peran pemerintah dalam hal membantu promosi film memang sangat dibutuhkan. Dengan promosi yang baik, terukur dan tepat, pengenalan sebuah produk film akan sangat membantu sekali. Karena, sebagaimana adagium lawas, barang bagus, jika tidak dijual dengan bagus dan tepat, hasilnya tidak akan bagus juga. 

Ketua Pusbang Film Kemendikbud, Maman Wijaya mengatakan, pada gelaran seleksi film Oscar ini, ke depannya Pemerintah akan semakin banyak berperan serta. Baik secara pendukungan sponsor dan hal teknis lainnya. Dengan demikian negara hadir bagi film Indonesia. 

(Benny Benke /SMNetwork /CN40 )

ENTERTAINMENT TERKINI