| Minggu, 10 Februari 2008 | OLAHRAGA |
Tiket Baru Siap Hari IniBANDUNG - Setelah ditunjuk menjadi tempat partai final Liga Indonesia 2007, atmosfer Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, mulai kemarin langsung terlihat lebih ramai. Banyak orang terlihat di stadion tersebut untuk sekadar melihat-lihat. Terlebih pada pagi hari, Sriwijaya FC menjajal lapangan. Lawannya, PSMS Medan mencoba lapangan malam hari. Di antara pengunjung ada yang menanyakan tiket pertandingan, yang menurut rencana digelar Minggu (10/2) sore ini. Penonton yang berharap segera bisa memperoleh tiket adalah warga Medan yang tinggal di Bandung. Mereka berniat memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya. Namun, niat mereka untuk memperoleh tiket tak kesampaian. Soalnya, tanda masuk stadion itu baru mulai dicetak kemarin dan akan diedarkan sesaat sebelum pertandingan final. "Untuk sementara kami ada sekitar 100 orang. Jumlah ini masih bisa berkembang karena kami terus berhubungan. Kami ke sini untuk mencari tiket," kata Jaka Lubis (42) asal Katapang, Bandung, di Stadion Jalak Harupat. Di antara mereka berprofesi sebagai sopir dan pedagang. 30 Ribu Penonton Selain suporter PSMS, pendukung Sriwijaya FC juga mulai mencari tiket. Menurut Supriadi (47), sesepuh warga Palembang di Bandung, sedikitnya 1.000 orang siap hadir langsung di stadion. Jumlah itu belum termasuk pendukung Laskar Wong Kito dari Jakarta. "Jumlahnya akan terus bertambah," katanya di pelataran parkir Hotel Horison. Sekretaris Badan Pengelola Stadion Jalak Harupat, M Ruslani menjelaskan, kapasitas maksimal stadion yang diresmikan tahun 2005 itu mencapai 30 ribu penonton. Jumlah tiket yang dicetak akan disesuaikan. Tiket diserahkan kepada panitia lokal yang dijalankan oleh kepanitiaan bersama oleh Persib-Persikab Bandung. "Tiket baru dicetak hari ini (kemarin-red) dan dijual besok menjelang pertandingan," tandasnya. Ditambahkan, secara prinsip, stadion siap digunakan untuk menggelar pertandingan final, terutama lapangan dan lampu penerangan. Bila ada hal yang menganggu adalah kondisi ruang ganti pemain, karena masih dalam perbaikan. Meski demikian, kata Ruslani, kondisi itu tidak terlalu menganggu. (dwi-40) |