logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 10 Februari 2008 OLAHRAGA
Line

PSMS dan Sriwijaya FC Tak Pusingkan Izin

BANDUNG- PSMS Medan dan Sriwijaya FC Palembang tidak peduli jadi atau tidaknya pertandingan digelar di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (10/2) ini. Mereka memilih berusaha untuk lebih fokus dan konsentrasi ke pertandingan.

Meski lelah dan dilanda ketidakpastian psikologis akibat pengunduran jadwal pertandingan, pelatih PSMS Fredy Mully maupun pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menyatakan, timnya akan all out untuk mencetak sejarah sebagai juara Liga Indonesia.

"Pengunduran jadwal pertandingan memang sangat memengaruhi mental pemain. Tapi, kami tetap berusaha fokus. Soal izin pertandingan, itu urusan mereka (PSSI-red), yang penting kami siap tempur," kata Fredy Mully ketika ditemui di Hotel Horison Bandung, Sabtu (9/2). Rombongan tim PSMS sudah tiba di Bandung dan kini menginap di Horison.

Fredy mengatakan, tidak masalah pertandingan dipindah ke mana pun asalkan dengan alasan yang jelas. Timnya tetap konsentrasi untuk tampil maksimal. "Kami diberitahu agar berangkat ke Bandung, ya berangkat saja. Besok bermain atau tidak, saya serahkan kepada BLI dan PSSI. Pokoknya PSMS siap bertanding kapan pun," katanya.

PSMS Medan tiba di Bandung, Sabtu siang sekitar pukul 11.30. Tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu dijemput oleh tokoh Medan yang ada di Kota Bandung yang sudah stand by sejak pagi di depan hotel itu. Fredy mengatakan, timnya siap tampil maksimal meski tanpa diperkuat kapten tim Mahyadi Panggabean. Pada kesempatan itu, dia meminta dukungan dari warga Medan dan Sumut yang ada di Bandung untuk memberikan dukungan.

"Saya berharap kehadiran warga Medan yang ada di Bandung pada pertandingan besok (hari ini)," katanya.

Sriwijaya FC

Tentang calon lawannya di final, Sriwijaya FC, Fredy menegaskan tidak ada ''rahasia'' lagi dari kekuatan kedua tim. "Kami sudah saling kenal. PSMS dan Sriwijaya FC sering ketemu. Permainan mereka sudah kami pelajari sehingga besok tak ada masalah lagi," katanya.

Sriwijaya FC tiba lebih awal di Bandung dan menginap di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Junjunan Bandung. Mereka tiba Jumat malam. Juara Copa Djie Sam Soe 2007 itu langsung melakukan latihan di Stadion Jalak Harupat, Sabtu pagi.

"Mudah-mudahan pemain bisa kembali on bila pertandingan jadi digelar besok. Pemain kelelahan dan secara psikologis terpengaruh akibat pengunduran jadwal pertandingan dan perjalanan ke Bandung ini," kata Rahmad Darmawan.

Pada pertandingan final, Sriwijaya FC dipastikan tidak diperkuat pemain andalannya Christian Warobay dan Ambrizal yang kena akumulasi kartu kuning. Selain itu, Christian Lenglolo juga absen lantaran cedera. "Itu bukan persoalan dan bisa kami atasi. Ada beberapa pemain yang siap untuk menggantikan mereka," katanya.

Khusus untuk partai final, Sriwijaya FC maupun PSMS Medan telah mempersiapkan algojo bila pertandingan harus dituntaskan melalui adu penalti. "Kalau adu penalti, kami lebih optimistis. Para pemain sudah disiapkan dengan latihan tembakan penalti sejak semifinal lalu," kata Darmawan.

Optimisme pelatih Sriwijaya FC itu beralasan. Pasalnya, mereka telah membuktikan ketangguhannya dalam adu penalti di ajang Copa Dji Sam Soe. Siapa pun pemenang final kali ini, gelar juara akan menjadi yang pertama bagi mereka. (wgm,dwi,J22-40)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA