| Minggu, 10 Februari 2008 | OLAHRAGA |
Mesir Yakin Menang
ACCRA - Juara bertahan Mesir berharap gaya bermain ala Amerika Latin yang mereka usung bisa berujung sukses pada final Piala Afrika 2008 melawan Kamerun di Stadion Ohene Djan, Accra, Senin dini hari WIB nanti. Sebagian besar skuad Mesir adalah pemain lokal, tapi aliran bola yang sangat lancar terbukti mematikan dan mereka yakin bisa kembali mengalahkan Kamerun seperti pada final 1998. Firaun, julukan Mesir, mencoba memenangi Piala Afrika untuk kali keenam. Juara empat kali Kamerun, yang terakhir berjaya pada 2002, sudah merasakan dahsyatnya gaya bermain pasukan Hassan Shehata. Singa-singa Perkasa kalah 2-4 pada pertandingan babak pertama. Namun, tim dari Afrika Barat itu juga optimistis mampu melakukan revans di partai puncak. "Setelah kekalahan dari Mesir, kami melakukan perubahan yang diperlukan untuk kembali berbicara di turnamen," ujar Pelatih Kamerun Otto Pfister, kemarin. "Kami akan menjalani final dengan tanpa beban. Kalau kami menang, itu sangat bagus, jika kami kalah, itu bukanlah drama," tambahnya. Sayang, coach gaek asal Jerman itu harus kehilangan bek tengah Andre Bikey. Center back itu tak bisa tampil setelah diganjar kartu merah karena menggasak seorang staf kesehatan ketika laga semifinal. Pemain Pengganti Kubu Kamerun yakin bisa mengandalkan pemain pengganti untuk membantu membawa kembali Piala Afrika ke wilayah barat. "Tak ada yang namanya pemain pilihan pertama. Ini Afrika. Dengan cuaca seperti ini, pemain tidak bisa terus bermain," jelas Pfister yang berpengalaman 25 tahun di sepak bola Afrika termasuk pernah menukangi Zaire, Tunisia, Ghana, Mesir dan Togo. Kamerun memiliki tenaga dan pemain-pemain berpengalaman. Kapten Rigobert Song, striker Samuel Eto'o dan gelandang Geremi akan tampil dalam final Piala Afrika untuk kali ketiga. Mesir juga memiliki pengalaman. Kapten Ahmed Hassan bermain pada final dua tahun lalu dan mencetak gol pada laga puncak tahun 1998. "Yang terpenting, kami bermain dengan menggunakan otak. Kami harus berpikir mengenai apa yang akan dilakukan di lapangan," kata Shawky Gharib, asisten pelatih Mesir. (rtr,A7-31) |