| Minggu, 10 Februari 2008 | NASIONAL |
Final Liga Indonesia Tetap di Jalak Harupat
BANDUNG- Izin keramaian dari Polda Jabar untuk pertandingan final Liga Indonesia 2007 di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, akhirnya turun. Pertandingan final antara PSMS Medan melawan Sriwijaya FC Palembang yang sempat tidak menentu, dipastikan digelar Minggu (10/2) ini pukul 19.00 WIB di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Semula, Badan Liga Indonesia (BLI) akan menunggu izin dari Polda Jawa Barat hingga Minggu (10/2) ini jam 08.00. Jika izin tertulis akhirnya tak diperoleh, final akan ditunda sepekan menjadi Sabtu (16/2) depan. Tempatnya pun bakal dipindah tak lagi di Jalak Harupat, melainkan di Stadion Manahan Solo atau Stadion Delta Sidoarjo. Untuk jadwal final yang 16 Februari tersebut, BLI akan mengajukan dua izin sekaligus, yakni ke Polda Jateng dan Polda Jatim, paling lambat tujuh hari sebelumnya. ''Itu opsi yang kita ambil. Tapi kami jelas berharap kearifan Kapolda Jabar untuk sekiranya memberikan izin bagi pertandingan final besok (hari ini-red),'' kata Ketua BLI Andi Darussalam Tabusalla dalam jumpa pers di Hotel Hofmann Bandung, Sabtu (9/2) pukul 23.00. Jumpa pers dilaksanakan setelah BLI melakukan rapat maraton dengan kubu Sriwijaya FC, PSMS Medan, dan PSSI Jabar di hotel tersebut. Namun izin dari Polda ternyata turun lebih cepat. Minggu dinihari tadi, Kapolda Jabar Irjen Sisno Duadji akhirnya memberikan izin ke BLI untuk menggelar final. ''Ya, kita sudah dapat izin dari Polda Jabar. Final akan tetap di Jalak Harupat, Minggu (10/2) ini pukul 19.00. Tanpa penonton,'' kata Direktur BLI, Djoko Driyono, ketika dikonfirmasi via telepon, dinihari tadi pukul 01.00. Kapolri Keputusan untuk memberikan izin itu didasari permintaan Menpora Adhyaksa Dault yang dihubungi BLI via telepon, begitu rapat tersebut selesai. Tadi malam, setelah izin tak juga keluar, BLI memang meminta tolong Menpora agar melobi Kapolri. Menurut Menpora -seperti dijelaskan oleh Andi Darussalam- Kapolri sudah setuju untuk memberikan izin. Dalam jumpa pers semalam, Andi didampingi oleh wakil dua tim, Julius Radja (PSMS) dan Bakti Setiawan (Sriwijaya FC). ''Kami minta maaf kepada Kapolda Jabar jika dalam distribusi surat izin terjadi miskomunikasi,'' kata Andi. Tampaknya, ucapan Andi ini disampaikan karena hingga sore kemarin, permohonan dari BLI ternyata belum masuk ke Polda. Itu sebabnya Polda Jabar tak bisa memproses karena memang tak ada permohonan. ''Bagaimana saya bisa kasih izin, surat yang minta untuk itu saja tidak ada,'' kata Kapolda Jabar, Irjen Susno Duadji kepada wartawan di Lapangan Golf Dago Resort Bandung ketika ditemui Sabtu siang. Susno juga menyatakan, menggeser pasukan untuk mengamankan pertandingan tidak semudah membalik telapak tangan. Pihaknya memang mempunyai skenario pengamanan, tetapi itu harus ditunjang pemetaan masalah yang mungkin terjadi dari pertandingan, seperti tiket yang dijual kepada masyarakat. Selain itu, dia juga menyoroti soal prosedur perizinan. Untuk kegiatan berskala nasional, apalagi sekelas final sepak bola, semestinya pengajuan dilakukan sejak tujuh hari sebelumnya oleh panitia. Ditambahkannya, soal batal atau tidaknya partai final tersebut digelar bukan menjadi kewenangannya. Sekda Kabupaten Bandung yang juga Ketua Umum Persikab Bandung, Abu Bakar, menyatakan pihaknya tidak akan memberikan izin terhadap penggunaan stadion jika belum ada izin keramaian dari Polda Jabar. "Sampai malam ini pun kami belum menerima tembusan izin tersebut," tandasnya. "Tapi meski izin polisi belum ada, kami tetap berkerja menyiapkan tempat itu untuk final," katanya. (F3,dwi-40) |