| Minggu, 10 Februari 2008 | NASIONAL |
Konser Musik Tewaskan 10 Orang
BANDUNG- Sepuluh orang penonton tewas seusai menyaksikan konser musik di gedung Asia Afrika Cultural Center (AACC), Jl Braga, Bandung semalam. Hingga pukul 00.45, penyebab kematian masih dalam penyelidikan polisi, apakah akibat desak-desakan atau ada faktor lain. Namun, dari informasi yang diperoleh, korban tewas diduga setelah mendapat minuman dari panitia. Korban tewas terdiri dari sembilan pria dan seorang wanita. Mereka adalah penonton konser peluncuran album grup musik underground Beside, Sabtu (9/2) malam. Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji yang langsung meninjau lokasi menyatakan, kejadian tersebut bermula saat konser akan selesai. "Yang hadir sekitar 400 orang dan gedung tidak kelebihan kapasitas," katanya. Menurut Kapolda, pihak panitia membagi-bagikan minuman kepada penonton 15 menit sebelum konser selesai. "Minuman itu berbau spirtus. Lalu ada penonton yang pingsan," ujarnya. Karena ada penonton yang pingsan, petugas memberhentikan konser. Lalu pertunjukan pun selesai. Sebagian penonton mencoba keluar gedung tersebut. "Ketika itulah penonton yang pingsan bertambah," lanjut Kapolda. Tidak Rusuh Ia menegaskan, tidak ada keributan atau kerusuhan di dalam gedung. "Jadi tidak ada perkelahian di dalam gedung. Saat konser semuanya berjalan lancar. Tapi setelah konser ada penonton yang kelihatan lemas. Karena itu kami minta ada visum. Apa penyebabnya, saya belum bisa jawab," jelasnya. Menurutnya, bisa jadi kejadian ini karena di dalam gedung kekurangan oksigen atau juga karena minuman yang diberikan oleh panitia. Namun, ia juga mengakui ada desak-desakan sesama penonton ketika mereka mencoba untuk keluar gedung. Ketua panitia dan sejumlah panitia semalam langsung dimintai keterangan di Mapolwiltabes Bandung. "Panitia kami periksa. Ada 15 orang dari Ank Ink Enterpresse Production yang diamankan untuk dimintai keterangan," tandasnya. Sementara penonton yang hadir dan menjadi saksi dimintai keterangan di Mapolresta Bandung Tengah. Dia mengakui, penyelenggaraan peluncuran album itu sudah memiliki izin. "Tapi kami juga akan lihat, dalam perizinan kan ada pointer-pointernya. Pointer mana yang dilanggar." Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Dade Achmad mengatakan pihaknya telah mendapatkan beberapa botol minuman yang dibagikan panitia kepada penonton. "Ada beberapa botol yang kami dapatkan tercium bau alkohol," ungkapnya. Sementara itu, seorang penonton asal Babakan Ciparay, Agi (19) mengungkapkan, keadaan di dalam gedung saat pertunjukan penuh sesak. "Itu diperparah saat pintu luar jebol. Banyak yang masuk ke dalam. Di dalam penuh," tuturnya. Saat berdesak-desakan ia berhasil keluar gedung. "Waktu di luar saya lihat ada orang yang digotong. Ada yang luka-luka dan ada juga yang meninggal dunia. Yang meninggal dunia tadi saya lihat ada tiga orang," ujarnya. Ketujuh korban yang telah teridentifikasi adalah, Diki Zaelani (21), warga Kampung Leuweuk Gede Rt 1 RW 27, Cibereum Selatan, Cimahi. Agung Fauzi (18), warga Cibaduyut Raya, Gang As Suhada Rt 2 RW 10, Bojong Kidul, Bandung. M Yusuf Serdian (19), warga Babakan, Kiara Condong, Bandung. Akhmad Wahyu, Jl Siti Munigur No 17-229, Bandung. Krisyanto, Yadi Kurniadi (16), Novi Fitriana (15), warga Babakan, Bandung. Yadi Kurniadi semula kritis dan dirawat di RS Imanuel. Saat dirawat, Yadi sempat menggunakan 2 tabung oksigen. Namun tak lama, dia meninggal.(dwi,dtc-60,59) |