| Minggu, 10 Februari 2008 | SEMARANG |
Selama JanuariKerugian Bencana Alam Mencapai Rp 434 JutaKENDAL- Musibah dan bencana alam di daerah Kendal yang terjadi selama Januari lalu, telah menimbulkan kerugian materi mencapai Rp 434. 470.000. Besaran kerugian yang dialami masyarakat tersebut dikhawatirkan akan meningkat, karena cuaca yang tak menentu berpotensi memunculkan banjir. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Msyarakat Pemkab Kendal FX Eddy Prapto Trenggono SH menjelaskan, kerugian materi tersebut antara lain ditimbulkan oleh bencana banjir, tanah longsor, serta rusaknya puluhan perahu nelayan karena tersapu ombak saat melaut. ''Bencana banjir menyebabkan sekitar 720,5 hektare tanaman padi di Kendal, rusak. Usia tanaman padi yang rusak itu berkisar 1-2 bulan.'' Dia menambahkan, ratusan lahan persawahan tanaman padi yang rusak tersebar di sejumlah kecamatan wilayah bawah. Misal, wilayah Brangsong seluas 154 hektare, Kendal (154 hektare), Kaliwungu (231 hektare), Patean (75 hektare). '' Di Sukorejo lahan tanaman jagung yang rusak mencapai 100 hektare). Kami berharap, cakupan banjir yang masih merendam sejumlah persawahan segera surut.'' Masih Tergenang Bencana tanah longsor, imbuh dia, mengakibatkan talut rumah milik beberapa warga rusak berat. ''Selama Januari ini, musibah juga telah mengakibatkan tujuh korban jiwa. Di antaranya, tiga korban meninggal akibat tersambar petir di Pageruyung beberapa waktu lalu.'' Sementara itu, hujan deras yang masih mengguyur sejak beberapa hari ini hingga kemarin sore masih mengakibatkan sejumlah wilayah perkotaan Kendal, terendam banjir. Genangan air mencapai ketinggian 50 cm, seperti di beberapa gang perkampungan di Kelurahan Pegulon, tepatnya di belakang swalayan Central. Kondisi tersebut lebih dikarenakan saluran pembuangan air kurang lancar. Praktis, aktivitas warga menjadi sangat terganggu. ''Ketinggian air di jalan depan rumah masih setinggi paha orang dewasa. Kalau tidak perlu, kami enggan untuk keluar rumah. Beruntung, fondasi rumah cukup tinggi, sehingga air tak masuk ke dalam rumah,'' papar Suwito warga Pegulon, kemarin. (G15-16) |