| Minggu, 10 Februari 2008 | SEMARANG |
Calon Idol dari Berbagai Kota Berdesakan Antre Ikuti ''Audisi Bis''PINGIN menjadi orang beken dan terkenal secara mendadak, ternyata masih menjadi idaman para kawula muda. Buktinya lebih dari seribu anak muda dari berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, rela berdesakan antre mengikuti ''Audisi Bis'' Indonesian Idol di kampus UKSW Salatiga, Sabtu (9/2) pagi hingga sore. Antrean panjang calon idol terjadi sejak pukul 06.00. Panitia sendiri membuka pintu antrean peserta mengikuti audisi sejak pukul 08.00, dengan pengamanan yang ekstra ketat. Sehingga tidak semua orang bisa masuk ke dalam lokasi audisi secara leluasa, di sekitar Gedung E kampus UKSW. Setelah calon idol yang berasal dari berbagai kota itu melewati antrean masuk lokasi audisi, mereka masih pula sabar menanti giliran masuk ke beberapa ruang kuliah, yang disulap menjadi ruang audisi. Terlihat wajah-wajah gugup, tegang, bingung, santai, dan lainnya yang terpancar dari wajah para calon idol. Ketegangan terlihat seperti saat peserta menepuk-nepuk lantai ruangan dengan kedua kakinya. Ada pula yang menatap langit, sambil mulutnya komat-kamit seperti mengucapkan syair atau mendengungkan sebuah lagu, serta berbagai ekspresi lainnya. Calon idol itu ada yang masih duduk di SMA, anak kuliahan, hingga pengangguran. Kebanyakan mereka berlatar belakang anak band, meski ada pula yang hanya sekedar coba-coba dengan kemampuan menyanyi pas-pasan. Bambang (17), warga Malang yang pada 3 Februari lalu masuk 100 besar ''Audisi Bis'' di Universitas Muhammadiyah Malang, Jatim. Karena tidak lolos 20 besar, siswa SMAN 4 Madiun yang dibesarkan dari sebagai anak band ''Nikotin'' itu, ingin mencoba kembali keberuntungannya. ''Kalau belum lolos lagi saya akan ikut audisi berikutnya,'' katanya, setelah mengikuti audisi di dalam ruangan yang berlangsung hanya dua menit itu. Ingin Tenar Lain halnya dengan Arton (18), anak muda asal Purworejo itu, nekat datang ke Kota Salatiga untuk kali pertama. Dia berharap bisa menjadi orang tenar seperti Mike, Ihsan, Dirly, Rini, Delon, dan bintang Indonesian Idol lainnya. Bagi sejumlah mahasiswa UKSW, kesempatan audisi di kampus mereka juga tidak disia-siakan. Ada Galuh (22) dan Ito (22) mahasiswa Fakultas Psikologi. Meski cacat, namun tidak membuat semangat Galuh yang duduk di kursi roda, minder dibandingkan dengan ratusan calon idol lainnya. Bersama Ito yang membantu mendorong kursi roda itu, keduanya berharap bisa lolos audisi. Suasana audisi bertambah ramai, ketika bintang Indonesia Idol, Ihsan, datang di lokasi audisi dan menghibur calon idol. Sejumlah tembang dari albumnya serta tembang-tembang terkenal lainnya dibawakan oleh pemuda yang lolos audisi di Medan. Humas Indonesian Idol, Indrayanti D Anggraeni mengatakan, dari lebih 1.500 peserta audisi akan diambil 100 hingga 200 peserta mengikuti seleksi pada Minggu (10/2) hari ini. Kemudian akan diambil 20 besar yang bakal mengikuti audisi di Jakarta. Dalam ''Audisi Bis'' ini juri berasal dari lokal seperti dosen UKSW. (Surya Yuli P-16) |