| Minggu, 10 Februari 2008 | SEMARANG |
Perbaikan Pipa Terkendala Banjir
GROBOGAN-Perbaikan jaringan pipa air bersih yang pecah di dasar Sungai Sente Desa Jangkungharjo Kecamatan Brati masih tertunda hingga Sabtu (9/2) kemarin. Meluapnya air sungai menjadi kendala utama belum terselesaikannya perbaikan pipa oleh PD AM Purwodadi. ''Padahal, pipa sudah kami potong dan siap untuk disambung kembali. Tetapi, begitu banjir datang perbaikan menjadi tertunda,'' kata Direktur PDAM Ir Mulyadi SP kemarin. Diakuinya, selain menghentikan sementara pekerjaan penyambungan pipa, pihaknya terpaksa memindahkan begu, alat berat yang dipakai membenahi pipa di kedalaman sungai. Alat tersebut, terpaksa dipindah karena khawatir terjebak air sungai yang terus bertambah. Menurutnya, pekerjaan praktis terhenti karena membahayakan keselamatan bila terus dilakukan. Diakui, karena pipa belum tersambung sejumlah wilayah mengalami ketersendatan distribusi air bersih. Yakni, Desa Getasrejo, Menduran, Rejosari dan sebagian Kelurahan Purwodadi. 25 Tangki Di tempat itu, katanya, ada sekitar 1.000 orang warga menjadi pelanggan PDAM. Mengantisipasi belum lancarnya distribusi air dikerahkan belasan mobil tangki untuk melayani kebutuhan pelanggan. Kasi Produksi PDAM Tasrikin mengatakan, selama pecahnya pipa di dasar Sungai Sente, sebanyak 25 tangki air bersih disalurkan pada warga setiap hari. Satu tangki berisi 4.000 liter, dibagikan sebagai pengganti tersendatnya distribusi air bersih. Kemarin siang, puluhan warga Dusun Sanggrahan Desa Getasrejo Grobogan berebut air bersih mengetahui armada tangki berhenti di tempat itu. ''Selama hampir empat hari kami menerima kiriman air melalui tangki setelah pipa PDAM rusak,'' ungkap Rusman seorang warga. Warga lain Budi, sangat berharap pipa segera diperbaiki hingga jaringan air bersih kembali lancar. Direktur PDAM Mulyadi berjanji segera membenahi kembali jaringan pipa berusia sekitar 31 tahun tersebut begitu air sungai mulai surut. PDAM juga telah mengirim surat pada Dinas Pengairan karena diduga kerusakan pipa berukuran 18 inci itu bermula ketika normalisasi sungai beberapa waktu lalu. Perlu diingat, pipa yang mengalirkan air bersih dari sumber Batang, Sucen dan Lengki di Kecamatan Klambu itu pecah Senin malam lalu. Oleh PDAM telah diupayakan perbaikan dengan mendatangkan alat berat dari Ungaran dan pemotong pipa besar milik PDAM Kota Semarang. Perbaikan yang mencapai 90 persen itu tertunda akibat debit Sungai Sente terus bertambah tiga hari terakhir. (H41-16) |