| Sabtu, 09 Februari 2008 | SALA |
SubosukowonosratenRumah Kontrakan Ludes TerbakarSOLO- Rumah milik Ny Danoe Sapoetra (65) di Kampung Banyuagung RT 01 RW II, Kadipiro, Banjarsari, Jumat (8/2), ludes terbakar. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.30, mengakibatkan sebagian besar perabot rumah tangga milik delapan keluarga yang tinggal di rumah itu, tidak lagi bisa diselamatkan. Sebab saat kejadian, para penghuni tidak berada di lokasi. Salah seorang penghuni, Mbah Yanto (67) yang sudah lama menderita lumpuh, dapat diselamatkan oleh warga sekitar. Menurut sejumlah saksi, sebelum terjadi kebakaran terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari kompor milik salah satu penghuni. ''Tak berapa lama kemudian api menjalar ke seluruh rumah yang disekat-sekat menjadi beberapa bagian itu,'' kata Ketua RT setempat, Jarot Hardoyo.(G11-50) Jokowi : Jangan Tolak Pasien Miskin SOLO- Pemkot Surakarta siap mengambil alih pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin (gakin). Hal itu menyusul pemutusan hubungan kerja sama antara pemerintah pusat dengan PT Askes. Hal itu ditandaskan Wali Kota Joko Widodo (Jokowi) saat mider praja yang berakhir di Pucangsawit, Jumat (8/2). ''Orang sakit itu tidak bisa ditunda, karena itu harus tetap dilayani. Rumah sakit jangan menolaknya,'' pintanya. Jokowi mengatakan, Pemkot sudah punya sistem pelayanan pengobatan gratis bagi keluarga miskin, yakni Pelayanan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). Bahkan, pelayanan kesehatan gratis oleh Pemkot melaui PKMS sistemnya lebih baik dibanding dengan pelayanan kesehatan gratis dari pusat melalui Askeskin. (G8-50) Persis Madya Panggil 57 Pemain SOLO - Manajemen Persis Madya memanggil 57 pemain untuk mengikuti seleksi terbatas yang akan digelar di Stadion Manahan, mulai Sabtu (9/2) sore hingga Kamis (14/2). Menurut Manajer Budi Suharto, mereka yang dipanggil adalah 30 awak skuad Persis U-18 dan 27 anggota tim Persis U-23 yang berkompetisi musim 2006. ''Seluruh pemain dua tim tersebut kami panggil. Soal semua hadir atau tidak, saya belum bisa pastikan,'' kata dia, Jumat (8/2). Seleksi tahap awal itu rencananya merekrut 30 pemain dengan pelatih Ahmad Sukisno dibantu asisten Djamado, Sarwo Edi, dan Ratmoko. Tim Madya tersebut bakal diluncurkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-263 Kota Solo, 17 Pebruari 2008. (D11-50) Desa Endemis DBD Jadi 42 KLATEN - Jumlah desa endemis demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten pada tahun ini meningkat menjadi 42 di 15 kecamatan. Data sebelumnya menunjukkan hanya ada 31 desa di 13 kecamatan. Kasi Penanggulangan Penyakit Bersumber Binatang, Subdin Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, DKKS Herry Martanta SKM mengatakan, jumlah desa endemis naik karena kesadaran warga masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk masih kurang. Dia mengatakan, nyamuk Aedes aegipty akan berkembang biak saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Padahal, saat ini sulit diprediksikan kapan hujan akan berhenti. Ketidakteraturan musim itu menyebabkan nyamuk punya kesempatan berkembang biak. (H34-58) Hujan Bawa Pasir Melimpah BOYOLALI - Hujan deras dalam hari terakhir di puncak Gunung Merapi embawa berkah bagi penambang pasir di Kali Apu, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali. Hujan tersebut menghanyutkan pasir dalam jumlah banyak dari puncak. Pasir itu adalah lahar yang tertahan hingga dingin pada saat kegiatan vulkanis Merapi meningkat, tahun lalu. Pasir memenuhi sungai hingga cekdam Kali Apu. Para penambang pasir panen. Mereka dengan mudah mendapatkan pasir untuk dijual. Saking banyaknya pasir, mereka ibarat tinggal mengeruk saja. Untuk mendapatkan pasir dalam jumlah banyak, mereka tak perlu berebut kapling. Mereka tinggal mengukur kekuatan badan sendiri. Kalau badan sehat dan kuat, mereka bisa mendapatkan pasir sebanyak-banyaknya (G10-58) Lomba Bedah Buku Pendidikan KARANGANYAR- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Karanganyar menggelar lomba bedah buku Pendidikan Karakter Solusi Tepat Membangun Bangsa. Buku tersebut ditulis Dr Ratna Megawangi, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). ''Kami prihatin dengan makin menipis dan bahkan hilangnya karakter bangsa ini. Perjalanan reformasi malah mengikis habis karakter bangsa yang luhur. Karena itu, kami mencoba menggugah anak bangsa ini agar membaca dan mendalami isi buku yang sangat baik ini,'' kata Diwi Acita Irawati, ketua GOW Karanganyar, senin. Dia mengatakan, karakter yang santun, ramah, gotong-royong, khas orang timur, telah hilang. Di televisi, suguhan yang ditonton anak-anak dari pagi sampai malam, isinya pembunuhan karakter. (an-42) |