logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 09 Februari 2008 PANTURA
Line

Sudah Mengamati sejak Sore

INSIDEN percobaan perampokan di SPBU Karangmoncol, Randudongkal, Pemalang, Kamis malam, mengingatkan kembali kejadian serupa di Desa Telagasana, Kecamatan Watukumpul dengan korban pedagang minyak nilam sekitar 3 bulan lalu.

Dalam dua kejadian itu penjahat sama-sama menggunakan senjata api, serta sama-sama tidak berhasil membawa uang yang dincar. Jika di Telagasana peluru mengenai kendaraan truk, di Karangmoncol penjahat berhasil melukai korbannya.

Namun menurut Kapolres Pemalang AKBP Drs Agus Broto Waspodo, kedua kejadian terpisah itu tidak ada kaitannya, termasuk para pelakunya. Di Telagasana penjahat berjumlah lebih dari satu orang, sedangkan di Karangmoncol penjahatnya hanya satu orang.

''Kedua kejadian itu sama-sama kasus percobaan pencurian dengan kekerasan. Sedangkan kerugian materiil tidak ada,'' katanya, kemarin.

Isi Bensin

Berdasarkan keterangan karyawan SPBU Karangmoncol yang menjadi korban penembakan perampok, Juni Sukandar (48), penjahat sudah mengamati sejak sore. Dia pura-pura tanya bosnya di mana, sambil mengisi bensin Rp 10.000 untuk kendaraan jenis bebek yang dinaikinya. Sedangkan uang yang digunakan membayar, yaitu pecahan Rp 20.000.

Pada saat itu selain tanya keberadaan bos, juga tanya mengenai teknis setoran hasil penjualan. Setelah dijawab apa adanya, orang tersebut pergi. Tetapi kemudian datang lagi menjelang SPBU tutup pukul 21.00. Bahkan sempat melihat korban menghitung uang kecil sebanyak Rp 200.000 di luar kantor. Pada saat korban berada di dalam kantor, penjahat itu lalu masuk dan beraksi, walaupun gagal.(Saiful Bachri-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA