logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 09 Februari 2008 MURIA
Line

WORO WORO

564 CPNS Terima Surat Tugas

BLORA - Sebanyak 564 pegawai honorer yang baru saja diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 30 Januari lalu, kemarin menerima surat perintah menjalankan tugas (SPMT). Selanjutnya mereka akan menempati posisi baru di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sesuai SPMT yang diterima. Selain SPMT para pegawai yang baru alih status itu menerima pula surat penghadapan. Yakni surat untuk kepala instansi di mana mereka ditempatkan. Selain itu mereka juga langsung difoto untuk pembuatan tanda pengenal. (H18-54)

PPP Berpaling dari PDI-P

KUDUS - PPP memutuskan untuk cabut dari koalisinya dengan PDI-P. Partai tersebut secara resmi menyatakan mendukung PKB, Jumat (8/2). Dengan demikian, PPP bakal ikut mengusung pasangan Amin Munajat dan Akhwan Sukandar sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati, pada pilkada mendatang. Ketua DPC PPP Maeysaroh saat ditemui di Kantor KPU, kemarin, menegaskan, dirinya tak lagi sejalan dengan PDI-P. "Saya sudah putus dengan mereka," ujarnya. Maeysaroh sebenarnya berharap bisa digandeng bakal calon bupati dari PDI-P Musthofa Wardoyo. Namun, ternyata Musthofa lebih memilih berpasangan dengan Budiyono dari Partai Golkar. (H35-76)

Ditolak Kios di Bawah Tangga

PATI- Penempatan Pasar Juwana yang baru terus menuai pro dan kontra. Bukan saja pembangunan los dan kios untuk pedagang konfeksi yang terkesan dipaksakan dan harganya mahal, namun pemanfaatan lokasi di bawah tangga juga banyak dikeluhkan pedagang lama. Pasalnya, jika lokasi emperan tersebut dimanfaatkan untuk dibangun kios, maka akan mengurangi omzet pedagang yang menempati bagian dalam. "Kami tidak menolak ada pedagang baru yang berjualan di bawah tangga, asalkan jualannya lesehan bukan dibangunkan kios," ujar seorang pedagang, Joko.(H49-76)

Beasiswa Tekan Putus Sekolah

JEPARA - Beasiswa retrieval ikut andil dalam menekan angka putus sekolah di Jepara. Pada 2007, Pemkab mengalokasikan dana untuk memberikan beasiswa ini kepada anak-anak putus sekolah agar bisa melanjutkan lagi belajarnya hingga tuntas hingga pendidikan dasar sembilan tahun.

Bupati Hendro Martojo, Rabu (6/2), mengemukakan, pada tahun peljaran 2006/2007, angka putus sekolah tingkat SD/MI tinggal 0,5%. Turun drastis dari angka putus sekolah pada tahun pelajaran sebelumnya, 5,09%. Pada tingkat SMP/MTs, pada akhir 2007 angka putus sekolah juga turun. (H15-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA