| Sabtu, 09 Februari 2008 | BANYUMAS |
JALUR SELATANBentuk PBK, BPD Perjuangkan TunjanganKEBUMEN - Puluhan anggota badan permusyawaratan desa (BPD) dari 26 kecamatan, resmi mendeklarasikan Persatuan BPD se-Kebumen (PBK) di Rumah Makan Argo Minang, Guyangan Sruweng, beru-baru ini. Paguyuban itu menjadikan wadah komunikasi antaranggota BPD se-Kebumen. Hadir dalam kesempatan itu, sejumlah anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni Agus Wismadi, Rusminingsih, M Stevani Dwi Artiningsih, dan Nur Widyowati. Pihak eksekutif hadir dari Bagian Pemdes Sumarno MSi serta Bambang Agus Widodo SSos dari Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan masyarakat (KBPM). Intinya, para anggota BPD ingin memperjuangkan hak-hak mereka, khususnya yang berkaitan dengan tunjangan operasional. Sebab selama ini, tunjangan BPD yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4/2007 dinilai masih mengambang. Pasal 36 ayat 1, misalnya menyebutkan pimpinan dan anggota BPD menerima tunjangan sesuai dengan kemampuan keuangan desa. (J19-72) Pedagang Dililit Kredit Macet CILACAP- Ratusan pedagang Pasar Gede Cilacap dililit kredit macet. Mereka tak mampu membayar angsuran kios yang ditempati karena pembeli di pasar itu semakin sepi. Setiap pedagang rata-rata dililit kredit macet antara Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Kredit itu diterima dari Bank Bukopin dan Bank Mualamat. Ada pedagang yang mengangsur ke Bank Bukopin dan Bank Muamalat. Para pedagang mengaku sudah mengadukan permasalahan tersebut ke Pemkab. Bahkan, mereka telah mengusulkan agar Pemkab mengambil alih semua kredit macet itu. Namun sampai sekarang, pengaduan maupun usulan mereka tak pernah diperhatikan. Pedagang mainan di Pasar Gede, Hendra, ketika dihubungi, Jumat (8/2), berharap kredit macet Pasar Gede diambil alih Pemkab Cilacap. Caranya, Pemkab menutup semua kredit itu. Kepala Dipenda, Drs Fajar Subekti MM mengatakan, semua permasalahan di Pasar Gede sedang dipikirkan para pimpinan. Intinya, Pemkab akan mencari jalan keluar yang terbaik. Untuk itu, para pedagang diminta tetap tenang dan menjaga iklim kondusif.(ag-75) 19.089 Petugas Amankan Pilkada PURWOKERTO-Sebanyak 19.089 orang petugas diterjunkan untuk mengamankan pemungutan suara pemilihan bupati, besok. Mereka ditempatkan 2.813 TPS. Petugas terdiri atas unsur Polri, Linmas, Satpol PP, TNI, dan instansi lain. Personel Polri 1.269 orang dan unit pendukung 184 orang. Linmas 17.096 orang, Satpol PP 222 orang, TNI 192 orang, ditambah dari Dinas Perhubungan, Kesehatan, Pemadam Kebakaran, dan RAPI 153 orang. Kapolres Banyumas AKBP Hari Prasodjo usai gelar pasukan di alun-alun Purwokerto kemarin mengatakan personel Polri ditempatkan di masing-masing TPS, hari ini. ''Sabtu pagi (hari ini-Red) pasukan diapelkan di Polsek, lalu digeser ke TPS tempat tugasnya. Selain itu, ada yang ditempatkan di kecamatan, KPU, Pemkab, DPRD, dan tiap zona,'' jelasnya. Personel Polri yang dilibatkan dalam pengamanan berasal dari Polres Banyumas ditambah Polwil Banyumas, Brimob BS Banyumas, Polres Cilacap, dan Polres Purbalingga. Pola pengamanan TPS, lanjut dia, disesuaikan dengan tingkat kerawanan. TPS aman sebanyak 2.557 menggunakan pola 1:4:8 sampai 1:9:36. (G23-27) |