SUARA MERDEKA
 
INDEKS MURIA Rabu, 06 Februari 2008

BLORA - Dugaan masih adanya pupuk urea bersubsidi produksi non-PT Kalimantan Timur (PKT) yang diperjualbelikan di Blora bukan hanya isapan jempol belaka. Aparat kepolisian bersama Wakil Ketua Panitia Khusus (pansus) Pupuk Bersubsidi yang dibentuk DPRD, Singgih Hartono, kemarin,...

KUDUS- Seorang pemandu karaoke, Al Qomariah (35), Senin (4/2) malam pukul 21.55 ditemukan tewas di lantai 2 kamar nomor 12 Hotel Nuansa Asri, Jl Agil Kusumadya 139 Kudus. Warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, itu diduga menjadi korban pembunuhan. Pelakunya saat ini masih diburu petugas.

Pemilik Hotel ''Nuansa Asri'' di Jalan Agil Kusumadya 139 Kudus, Junawan dan Nurul, mengaku tidak menyangka terjadi pembunuhan di salah satu kamar penginapan miliknya. Bahkan, saat salah seorang tamu laki-laki yang diduga pelakunya mengaku tidak membawa kartu identitas. 

"Lik, tolong cepat diupayakan bantuan karena aku hubungi Pak Akeng (Sutoni, pemilik kapal) nggak nyambung" PESAN terakhir yang disampaikan Kadri melalui SMS yang dikirimkan ke staf kantor Lilik untuk meminta bantuan agar dipercepat. Saat itu Kadri bersama rekan-rekannya sudah berada di atas rakit.

KAYEN- Meski sebagian tanaman padi di Kecamatan Sukolilo terendam banjir, namun hal tersebut tidak sampai mengganggu produksi gabah. Dari luasan tanaman padi 7.400 hektare, hanya 2.649 hektare yang puso dan rusak terendam banjir. Sebagian sawah di Desa Gadudero, Kasiyan, dan Wotan yang tanamannya rusak. Sedangkan sebagian besar desa lainnya di wilayah lumbung padi tersebut, tanaman padinya aman tidak terkena banjir.

BAYI berusia lima bulan ini hanya bisa berbaring tergolek lemas karena menderita hydrocephalus. Kesehariannya, ia sering menangis dan merengek, seperti sedang menahan sakit. Bayi yang memiliki nama lengkap Akhrijna Lissyifa atau dipanggil Syifa ini merupakan putri dari Yayuk Rahmawati (28), warga RT 2 RW 2 Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kudus. Sehari-hari, Syifa diasuh Dwi Setyaningrum (31), kakak kandung Yayuk.

REMBANG- Pembangunan fisik proyek embung raksasa di Desa Panohan, Kecamatan Gunem, Rembang, dimulai. Pembangunan proyek senilai kurang lebih 24 miliar itu dijadwalkan akan rampung pada tahun 2009. Asisten I Sekda Gatot Sugiharso SH mengatakan proyek embung Panohan itu sebenarnya sudah masuk dalam daftar perencanaan tahun 2005, Namun, karena ada beberapa hambatan, termasuk pada proses pembebasan tanah, maka pelaksanaan pembangunannya menjadi mundur. (jl-19)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA