| Rabu, 06 Februari 2008 | PANTURA |
Ibu dan Anak Diduga Keracunan TempeBREBES- Diduga keracunan tempe, Ibu dan dua anaknya terpaksa dilarikan ke RSUD Brebes untuk mendapat petolongan pertama, Selasa (5/2). Korban adalah Sutinah (40), Ida Royani (25), dan Sukeji (18), warga Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Hingga kemarin siang, kondisi ketiga korban masih lemah dan sulit diajak komunikasi. Mereka masih menjalani perawatan intensif di Bangsal Dalam RSUD. Petugas medis juga masih terus memantau perkembangan kesehatan para korban. Sebab, mereka sebelumnya dinyatakan kritis dan dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD). Menurut Sutinah, salah seorang korban, tempe yang mendatangkan petaka itu dibeli dari pasar. Makanan itu kemudian dibuat gorengan dengan dicampur adonan tepung dan untuk sarapan bersama kedua anaknya (Ida Royani dan Sukeji). Namun, berselang 15 menit, Sukeji mengeluh mual-mual dan tak lama muntah-muntah. Setalah itu, disusul Ida dan dirinya. Pingsan "Kedua anak saya ambruk di lantai dan pingsan. Sedangkan saya pusing dan pandangannya berkunang-kunang," ucapnya.Ia mengatakan, sebelum tempe digoreng, adonan tepung digunakan untuk campuran saat dicicipinya terasa pahit dan encer. Padahal, ketika masih dalam bentuk tepung terasa enak dan tak pahit. "Tepung itu saya beli dari warung di kampung saya," tuturnya. Kepala Ruang Bangsal Dalam RSUD Brebes, Zaenal Arifin, mengatakan, setelah menjalani pengobatan, kondisi korban keracunan kini berangsur membaik. Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah mereka keracunan tempe atau bukan. "Setelah dilakukan cuci lambung, keriga pasien keadaanya mulai membaik," ucapnya.(H38-17) |