logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Februari 2008 PANTURA
Line

Dua Anak Terseret Banjir Sungai Keruh

  • Seorang Belum Diketahui Nasibnya

BUMIAYU- Dua anak Dukuh Baruamba, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes terseret banjir Sungai Keruh, Senin (4/2) pukul 18.15. Seorang di antaranya belum diketahui nasibnya. Hingga saat ini, polisi dan warga masih mencari keberadaan korban.

Korban hilang adalah Sulkhani (14) anak dari pasangan Sakri (40) dan Yati (35). Sementara korban selamat Wawan (14) yang menderita luka memar akibat benturan batu sungai.

Menurut informasi, peristiwa itu bermula ketika keduanya bermaksud pulang ke rumahnya setelah latihan musik di Rental Studio Talok Bumiayu. Mereka tidak berdua. Ada tujuh teman lainnya, yakni Reno, Indra, Rozul, Aji , Hona, Bagus dan Asep.

Dalam keadaan hujan gerimis, sembilan anak yang tinggal dalam satu dukuh menyeberangi sungai keruh persis di bawah Jembatan KA Sakalimalas Bumiayu. Nahas, saat berada di tengah sungai mendadak arus sungai semakin deras dan meninggi. Empat orang yakni Reno, Indra, Rozul dan Aji berhasil sampai ke ujung sungai. Namun lima lainnya, yakni Hona, Wawan, Sulkhani, Bagus dan Asep terjebak di tengah derasnya sungai.

Salah seorang saksi mata Fauzi (17) mengatakan, ketika dirinya mandi di Sumur Mudal melihat lima orang anak terjebak di tengah sungai.

"Saya melihat ada lima anak terjebak di tengah sungai. Waktu itu yang menyeberang ada sembilan anak, tetapi yang empat sudah berhasil ke tepi," kata Fauzi.

Bersama dua temannya Andri dan Hanung kemudian menolong empat anak itu. Tiga orang berhasil ditolong dengan menggunakan bambu. Malang, dua anak yang belakangan diketahui bernama Wawan dan Sulkhani terseret banjir. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa Adisana dan kepolisian sektor Bumiayu.

Menyisir Sungai

Kapolres Brebes AKBP Drs Firli MSi melalui Kapolsek Bumiayu AKP Bowo Cipto Hadi mengatakan langsung menyisir sungai bersama puluhan warga.

"Seorang yang terseret yakni Wawan berhasil selamat. Ia ditemukan di wilayah Sungai Dukuh Bayur sekitar 1 kilometer dari TKP," kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek pencarian terus dilakukan hingga pukul 00.00. Namun upaya pencarian dengan menyisir sungai belum membuahkan hasil. Derasnya arus dan suasana gelap menjadi kendala dalam upaya menemukan korban.

Pagi harinya, pencarian kembali dilakukan oleh petugas dan warga. Konsentrasi pencarian dipusatkan di Desa Pamijen, Kalilangkap hingga Kecamatan Bantarkawung. Namun, hingga berita ini ditulis keberadaan korban belum ditemukan.

"Korban belum ditemukan, namun demikian upaya pencarian akan terus kami lakukan," kata Kapolsek. Sementara itu, keberadaan Sulkhani yang belum diketahui nasibnya membuat sedih kedua orangtuanya Sakri (40) dan Yati (35). (H51-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA