| Rabu, 06 Februari 2008 | SEMARANG |
DPRD Sidak Proyek Alat Peraga Rp 7 Miliar
GEDUNG DEWAN- Sejumlah anggota DPRD dari Panitia Khusus (Pansus) Verifikasi dan Evaluasi Pengadaan Barang dan Jasa 2007, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sekolah yang mendapat jatah fasilitas laboratorium alat peraga pendidikan, Selasa (5/2). Sidak tersebut menjadi bahan bagi pansus untuk mengambil keputusan apakah proyek tersebut bermasalah atau tidak. Dalam sidak itu ada dua sekolah yang didatangi, yakni di SMAN 1 Salatiga Jalan Kemiri dan SMP Stella Matutina Jalan Diponegoro. Ketua Pansus, Muh Haris SH mengatakan, dalam sidak tersebut ditemukan sejumlah perangkat laboratorium multimedia, yang tidak dapat difungsikan. Seperti keyboard komputer, head set, mebeler yang kurang berkualitas. Diketahui perangkat itu, buatan China yang kualitasnya diperkirakan rendah. ''Bahkan di SMP Stella diketahui ada peralatan yang belum dipasang dan masih dalam kardus. Kami berharap agar alat-alat tersebut segera dipasang dan difungsikan,'' kata Haris. Anggota Pansus, Kustadi Danuri menambahkan, proses penggarapan proyek tersebut terlambat dari jadwal karena masih ada perangkat yang belum dipasang. Dijelaskannya, sistem kerja proyek tersebut tidak jelas, sehingga pihaknya juga menyalahkan panitia lelang dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), karena memutuskan rekanan pemenang lelang yang salah. Diketahui pula ada laboratorium bahasa yang sebenarnya tidak dibutuhkan sekolah. ''Dalam pelaksanaan proyek terebut dinilai pula, tidak ada pengawasan selama pelaksanaan. Terbukti ada perangkat yang belum terpasang.'' Kustadi juga mengindikasikan adanya keterlibatan orang-orang penting di Salatiga dalam proyek senilai Rp 7 miliar tersebut, yang terindikasi berkolusi atau KKN. Bahkan dia mendapat informasi adanya jatah bagi eksekutif dan legislatif dari proyek tersebut. Ditemukan bukti ada perjanjian kerja sama dalam akta notaris yang melibatkan rekanan penggarap, dengan rekanan lainnya dalam menyelesaikan proyek itu. ''Ini akan kami telusuri,'' ujar kader PAN itu. Masih Garansi Sementara itu, Ir H Gunawan dari PT Grana Mandala Adiluhung (GMA) sebagai penggarap proyek tersebut mengungkapkan, akan melakukan perbaikan atas kekurangan tersebut. Sebab, garansi atas penyediaan perangkat peraga pendidikan berupa laboratorium bahasa dan multimedia itu, masih cukup lama. Pihaknya juga akan mengganti perangkat yang rusak dengan yang baru, berdasarkan laporan sekolah. Terhadap perangkat multimedia yang belum dipasang, dijelaskannya karena ada sekolah yang meminta jangan dirakit terlebih dahulu. Hal itu dilakukan sebelum fasilitas pengamanan gedung dilengkapi seperti teralis dan pengaman lainnya. ''Laporan pansus Ini menjadi masukan kami untuk melakukan perbaikan,'' jelas Gunawan. (H2-16) |