| Rabu, 06 Februari 2008 | KEDU & DIY |
MALIOBORODisemayamkan di SekolahYOGYAKARTA - Kepala Sekolah Bhinneka Tunggal Ika (BTI) Yogyakarta Drs M Agung Krisna alias Tjoa Kok Djwan (71) yang meninggal dunia Minggu lalu (3/2), hari ini (6/2), akan dikebumikan di pemakaman Gunung Sempu, Kecamatan Kasihan, Bantul. Guru yang sudah mengabdi 47 tahun di sekolah di bawah Yayasan Bhinneka Tunggal Ika (BTI) tersebut mengembuskan napas terakhir karena sakit di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading Jakarta. Almarhum yang semula bercita-cita bekerja di Batan (Badan Tenaga Atom Nasional) terjun dalam kegiatan belajar mengajar sejak menjadi mahasiswa MIPA UGM. Jenazahnya yang secara khusus disemayamkan di kampus SM BTI di Jl Kranggan 16, Kota Yogyakarta sejak Senin lalu (4/2) mendapat perhatian ribuan kerabat, handai taulan, dan mantan anak didiknya. Almarhum meninggalkan seorang istri dan 11 anak serta sembilan orang cucu.(P58-70) Saksi Pelapor Diperiksa Ulang YOGYAKARTA - Saksi pelapor dalam kasus rebutan tanah di Jl P Mangkubumi, Kota Yogyakarta, Yohanes Irwanto Putro, hari ini (6/2), akan kembali didengar keterangannya dalam sidang lanjutan di PN Yogyakarta. Selain saksi pelapor, dalam kasus penggelapan sertifikat tanah dan pemberian keterangan palsu dengan terdakwa Hengky Soediyono tersebut, majelis hakim yang diketuai Saltiar Kisam SH juga akan memeriksa saksi dari PT Excelcomindo Tbk, Ray Rumawas. Penasihat hukum terdakwa, Achiel S Suyanto SH MBA, menyatakan tidak keberatan atas permintaan jaksa Niken Setyaningrum SH untuk menghadirkan kembali saksi pelapor Yohanes Irwanto Putro. ''Tapi saya akan protes keras jika pertanyaan yang diajukan hanya bersifat pengulangan,'' ujar Achiel. Sebagai pelapor, Yohanes sudah pernah didengar keterangannya pada sidang 24 Januari lalu. (P58-70) |