logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Februari 2008 KEDU & DIY
Line

HB X: RI Harus Bangun Karakter Bangsa demi Kemandirian

BANTUL - Setiap warga negara terutama pemuda Indonesia, harus membangun kembali karakter bangsa menuju kemandirian. Sebab, kata Sri Sultan Hamengku Buwono X, tanpa karakter bangsa Indonesia akan kehilangan semuanya.

Dalam sejarah Indonesia mencatat banyak tokoh yang menegakkan wajah bangsa ini karena semata-mata karakter yang dibangunnya.

Seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan tokoh lainnya adalah orang-orang yang memberikan keteladanan bagi bangsa ini dengan karakter yang kuat.

''Semua itu menginspirasi bangsa ini dalam perjuangannya,'' ujarnya di hadapan peserta Seminar Pembangunan Karakter Aparatur Pemerintah di Gedung Pertemuan Pemkab Bantul, Selasa (5/2).

Turut berbicara Prof Dr Ir Budi Susilo Soepandji, Dirjen Potensi Pertahanan Dephan; Dr Sodjuangan Situmorang, Dirjen Otonomi Daerah Depdagri; dan Prof Dr Endang Ekowati, staf pengajar Fakultas Psikologi UGM.

Untuk itu, lanjut Sultan, kita harus mampu memobilisasi segenap potensi, seperti India, misalnya, yang memiliki slogan ''Kalau bisa membuat, mengapa harus membeli?''.

Terbalik

Namun, lanjut dia, di Indonesia slogan itu terbalik, ''Kalau bisa membeli, mengapa harus membuat?''.

Kondisi ini amat disayangkan, sebab sebenarnya Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Saat ini India sangat berkembang dan maju dalam berbagai riset teknologi yang mereka lakukan.

''Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi yang sama, justru jauh tertinggal. Contohnya, kemampuan pengembangan pesawat terbang kita cukup lama mandek,'' tuturnya.

Karena itu, penting untuk mereaktivasi dan menginisiasi kembali karakter bangsa yang mampu memacu serta memobilisasi potensi domestik.

Internalisasi karakter itu, tambah dia, membutuhkan inovasi dan sikap kompetitif. Langkah-langkah tersebut harus dimulai saat ini dan diawali oleh setiap warga bangsa sejak dini.

''Pembangunan karakter sangat baik dilakukan di taman kanak-kanak, sekolah-sekolah dasar serta sekolah menengah pertama,'' tandasnya.

Pada intinya, ketika kita membangun karakter bangsa, hendaknya menyerap nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika. Sebab di sana dengan lengkap telah memuat sumber moralitas ataupun spirit keindonesiaan. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA