logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Februari 2008 BUDAYA
Line

Kisah di Balik Cinta

JAKARTA-Cinta selalu bisa menyatukan segalanya, termasuk lima kisah yang ditampilkan dalam film arahan sutradara Kabir Bathia bertajuk Love. Film produksi 13 Entertainment ini dibuka dengan suara syahdu Gita Gutawa menyanyikan lagu "Sempurna" milik Andra & the Backbone.

Lagu tersebut digubah oleh sang ayah, Erwin Gutawa, bersama Bulgarian Symphony Orchestra. Suaranya kemudian tergantikan dengan narasi Laudya Cynthia Bella. "Cinta ada sejak kita belum bisa mengucapkannya," begitu sebaris kalimat dari sejumlah rangkaian kata yang dituturkannya.

Satu per satu tokoh film kemudian dimunculkan. Ada Rama (Fauzi Baadilah), pekerja percetakan, Iin (Acha Septriasa), mojang asal Sukabumi, Tere (Luna Maya), penulis novel, dan Awin (Darius) penjaga toko buku.

Selain itu juga ada Restu (Irwansyah), mahasiswa yang naksir Dinda (Laudya Cynthia Bella), dara yang kerap ia temui di busway, serta Gilang (Surya Saputra) dan Miranda (Wulan Guritno), pasangan muda dengan satu anak. Ada pula dua orang berumur, yakni Nugroho (Sophan Sophian) dan Lestari (Widyawati).

Selebaran

Dua kisah paling menarik dari Love adalah cinta antara Rama-Iin dan Nugroho-Lestari. Cinta mereka bisa membuat tersenyum atau malah menangis.

Rama adalah seorang pekerja percetakan yang kemudian bertemu Iin. Iin datang ke percetakan tempat Rama bekerja untuk membuat selebaran guna mencari kekasihnya di Jakarta. Iin ternyata datang ke ibu kota dengan modal nekat. Karena kasihan, Rama kemudian menampungnya di rumahnya yang terletak di pinggir rel kereta.

Pada akhirnya Iin harus menelan kekecewaan karena ternyata pria yang dicarinya sudah memiliki kekasih lagi. Untung ada Rama yang bingung dengan kisah cinta masa lalunya, namun belakangan jatuh cinta pada Iin.

Beralih ke kisah Nugroho dan Lestari. Nugroho adalah pria tua yang menderita Alzhaimer. Setiap hari ia berangkat ke sekolah tempatnya mengajar. Orang-orang pun menyapanya dengan panggilan "Pak Guru". Nugroho tak pernah ingat kalau ia sudah tak lagi mengajar.

Karena penyakitnya, Nugroho pun selalu mampir ke warung makan milik Lestari. Setiap hari, ia selalu menanyakan tukang reparasi jam di warung tersebut. Ia juga selalu menyantap soto buatan Lestari yang selalu setia meladeninya. (dtc-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA