| Rabu, 06 Februari 2008 | BANYUMAS |
Dua KA Barang Anjlok BeruntunBANYUMAS-Dalam kurun dua hari kereta api (KA) barang, anjlok di antara Tambak-Sumpiuh. KA barang yang anjlok tersebut dalam keadaan kosong tanpa muatan. Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (3/2) sekitar pukul 17.30 di daerah Tambak. KA barang dari arah timur tujuan Cilacap anjlok satu as. Dalam waktu setengah jam, gerbong yang anjlok bisa diangkat kembali dan tak sampai mengganggu perjalanan kereta. Hari berikutnya, Senin (4/2) sekitar pukul 17.35, tiga dari sebelas gerbong rangkaian KA 2357 juga anjlok di emplasemen stasiun Sumpiuh. Kepala Daop V Purwokerto Noor Hamidi mengatakan, semua KA itu akan kembali ke Cilacap, setelah mengangkut semen ke Sragen. ''Namun KA yang anjlok di emplasemen stasiun Sumpiuh, sempat mengganggu perjalanan kereta api di jalur selatan,'' jelasnya. KA yang ditarik lokomotif CC 20164 dengan masinis Rasito itu, berangkat dari Sragen tujuan Karangtalun Cilacap. Sekitar 200 meter sebelum sinyal masuk stasun Sumpiuh, tiba-tiba roda gerbong nomor 3,4, dan 5 keluar dari rel. Setelah terseret hingga 200 meter, ketiga gerbong itu malang melintang hingga menutup jalur satu dan dua di stasiun itu. Selain mengakibatkan puluhan bantalan rel rusak, peristiwa itu juga menghambat perjalanan kereta lain. Dari arah timur, ada tujuh KA penumpang tertahan di sejumlah stasiun. KA Logawa tertahan di stasiun Tambak, KA Kutajaya dan KA Progo di stasiun Gombong, KA Senja Utama Yogya dan KA Sawunggalih Utama di stasiun Kutoarjo, KA Bengawan di stasiun Sruweng, dan KA Senja Utama Solo di stasiun Soka. Sementara dari arah barat, KA Gaya Baru Malam dan KA Barang bermuatan semen juga terhenti di stasiun Kroya. Dalam peristiwa itu, Daop V langsung mengerahkan puluhan petugasnya. Mereka memperbaiki rel dan bantalan, serta mengangkat gerbong ke posisi normal. Pada pukul 21.05, perbaikan rel selesai sehingga kereta bisa melalui jalur tiga. KA pertama yang lewat, adalah KA Logawa pada pukul 21.25. Sedangkan gerbong yang anjlok di jalur dua hingga menyeberang ke jalur satu, baru bisa diangkat Selasa (5/2) dinihari. Untuk mengangkat gerbong tersebut, petugas terkendala hujan sehingga butuh waktu lama. Akibat licin, saat gerbong terakhir diangkat, dongkrak hidraulik geser hingga gerbong gagal dikembalikan ke posisi normal. Selasa dinihari semua jalur di emplasemen stasiun Sumpiuh bisa dipergunakan kembali. ''Seluruh jajaran PT KA Daop V mohon maaf kepada pengguna jasa kereta api karena perjalanan kereta mengalami keterlambatan tiga jam lebih,'' kata Noor. (G23-74) |