logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 SALA
Line

Subosukowonosraten

Sepak Takraw Jateng DIY

KLATEN- Klub sepak takraw Jatinom mengadakan kejuaraan sepak takraw se-Jateng dan DIY Piala Yaqowiyu di lapangan Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Klaten, 17 Februari 2008. Sampai kini, sudah 22 peserta yang mendaftar.

Peserta yang sudah mendaftar datang dari Pekalongan, Yogyakarta, Salatiga, Demak, Kendal, dan kota-kota lain di Surakarta. Kejuaraan tersebut merupakan kali kedua, setelah yang pertama diselenggarakan tahun 2007.

''Target kami pesertanya lebih dari 30 tim. Namun baru 22 yang mendaftar. Kami harap target peserta bisa terpenuhi,'' kata Ketua Bidang Pembinaan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Klaten Drs Mursidi, kemarin.

Kejuaraan tersebut sudah menjadi salah satu agenda rutin sepak takraw di Klaten. Awalnya kejuaraan khusus putra itu digagas klub Jatinom, kemudian PSTI Klaten hanya memberikan rekomendasi. Kejuaraan akan berlangsung di sebuah lapangan di tengah desa. (F5-50)

Cemaskan Penghapusan BOP

KARANGANYAR - Penghapusan mata anggaran untuk bantuan operasional pendidikan (BOP) SD/MI memunculkan kekhawatiran pihak sekolah. Kepala SDN Papahan, Muchsan menyayangkan penghapusan BOP dari APBD 2008.

"Kalau memang dana tersebut ditiadakan, legislatif maupun eksekutif harus mampu mencarikan solusi agar pendidikan dasar tetap bisa berjalan," katanya.

Senada, Kepala SDN Malanggaten 3 Kebakkramat, Sintok Sri Mulyani juga mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, dana operasional yang dikeluarkan sekolah cukup banyak, sehingga jika dana tersebut dihapuskan maka sumber dana akan berkurang.

"Sekolah kesulitan menarik biaya tambahan," ungkapnya.

Bupati Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengatakan, pihaknya optimistis BOP masih bisa dimunculkan dalam APBD tahun ini yang kini tengah dimintakan revisi ke Gubernur. (J6-63)

Crosser Peduli Lingkungan

SRAGEN - Ratusan pecinta motor trail dari 26 klub, kemarin menggelar event Offroad Hijau Bumiku Adventure 2008, yang diprakarsai Sukowati Adventure Team (Swat).

''Sebelum kegiatan puncak, panitia menyerahkan bantuan 2.000 bibit tanaman jati dan mahoni,'' tutur Ketua Panitia Pelaksana Didik Cahyono, kemarin.

Panitia menyerahkan ribuan bibit pohon secara simbolis kepada Ketua Swat Sragen Tri Harsono, yang selanjutnya membagikan kepada penduduk di Kecamatan Gesi dan Tangen untuk penghijauan. Lokasi desa yang mendapat bantuan bibit itulah yang kemudian dilewati sekitar 600 crosser.

Kegiatan itu menempuh perjalanan sejauh 50 km, berangkat dari Lapangan Teguhan, Sragen. Di antara peserta terdapat Bupati Grobogan Bambang Pujiono dan Wakil Bupati Icek Baskoro, Ketua DPRD Grobogan M Zaini, Letkol Inf Agus Subianto Danyon Kopassus, Gito Ketua Fraksi Partai Golkar Ngawi, rombongan Pemkab Malang (Jatim), serta Wakil Bupati Agus Fatchur Rahman.(nin-63)

Siap Tampung Guru

SOLO - Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) siap menampung praktisi pendidikan untuk peningkatan mutu, sesuai UU Guru dan Dosen.

Hal tersebut terungkap dalam Seminar Nasional yang digelar APPKhI bersama UNS dan ISAPE, di Hotel Kusuma Solo, (2/1). Menurut Prof Dr Ravik Karsidi selaku Ketua I APPKhI Pusat, guru dan pendidik luar biasa (PLB) perlu meningkatkan kompetensi atau kemampuan. Dengan harapan, untuk dapat memenuhi standar kualitas sesuai dengan UU Guru dan Dosen yang ada.

"APPKhI siap menampung dan menjadi wadah peningkatan untuk memenuhi kriteria sesuai yang termaktub dalam UU Guru dan Dosen," katanya.(H46-50)

"Kajari" Peras Pejabat

KLATEN-Maraknya kasus dugaan penyimpangan di Kabupaten Klaten dimanfaatkan olah oknum yang mengaku sebagai kepala kejaksaan negeri (kajari) untuk mencari uang.

Kajari palsu itu gentayangan meminta uang transfer jutaan rupiah ke pejabat. Namun, saat menelepon kepala Kantor Pengelolaan Pasar (KPP) Pemkab Klaten Drs Sugiharjo Saptoaji, 'Kajari' itu kena batunya. Sebab kajari palsu itu justru dihubungi balik dengan ponsel milik Kajari Klaten, Yusuf SH.

Kepala KPP, Drs Sugiharjo Saptoaji mengatakan kejadian itu bermula saat Selasa (29/1) pukul 10.00 dirinya mendapat telepon dari nomor tak dikenal. Saat ponselnya diangkat terdengar suara seorang pria yang mengaku sebagai kajari Klaten. Oknum itu meminta uang Rp 10 juta untuk ongkos perjalanan dinas ke Jakarta. ''Saya jelas tak percaya karena nomor Hp Kajari saya punya,'' ujar dia Sabtu ( 2/2).

Kasus itu sebenarnya hendak dilaporkan polisi tetapi dia enggan karena juga belum tertipu. Kajari Klaten, Yusuf SH yang dimintai komentar terkait kejadian itu santai saja menanggapi. (H34-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA