logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 SALA
Line

Kirab Pusaka Sura Tak Semeriah Tahun Lalu

WONOGIRI - Tiga bregada (setingkat peleton) prajurit dari Keraton Kasunanan Surakarta, ikut memeriahkan prosesi kirab pusaka Sura di Wonogiri, Minggu (3/2). Prajurit itu dilengkapi barisan korps musik drum band kuno milik keraton.

Ketiga bregada itu, terdiri atas prajurit Prawiratama dan Prawiraanom yang berseragam hitam-hitam dan hijau-hijau, serta prajurit Sorogenen berseragam merah-merah. Kirab pusaka yang ditradisikan setiap bulan Sura, itu mengambil start dari pendapa Kabupaten Wonogiri, dikemas dalam nuansa kejawen.

Kirab dipimpin Bupati H Begug Poernomosidi, diikuti para pejabat, puluhan putri domas, barisan manggala kawan dasa jaya, prajurit Irotono dari Mangkunegaran, dan disambung barisan paguyuban keraton Surakarta (Pakasa). Ada pula keluarga besar kerabat Mangkunegaran, sekitar 500 pesilat dari SH teratai, dan para budayawan.

''Kegiatan budaya ini sekaligus sebagai laku spiritual kejawen untuk memohon berkah keselamatan dari Tuhan,'' kata Bupati Begug.

Kereta Kencana

Lima unit reog dadak merak dari grup Singobarong pimpinan Sura Bledek, dan barisan warok (seniman reog) cilik dari grup Singo Giri, serta drum band pelajar, ikut mengiringinya dari belakang.

Disertakan pula lima kereta kencana yang ditarik kuda. Di sepanjang jalan, Bupati Begug dikerubuti warga yang berebut berjabattangan. Di tempat-tempat tertentu, utamanya ketika menjumpai nenek-nenek dan bocah kecil yang ikut nonton kirab, Bupati menyebar udik-udik (membagi-bagikan uang).

Dibandingkan dengan prosesi kirab Sura tahun lalu, kirab kali ini terhitung kalah meriah. Sebab tahun lalu, jumlah kereta kencananya saja mencapai 45 buah, dan diikuti barisan umbul-umbul yang mendapatkan rekor dunia dari Muri. Raja Surakarta PB XIII, waktu itu juga berkenan meminjami kereta kencana pusaka keraton Kiai Maraseba.

Arak-arakan kirab, diawali dengan upacara penyerahan pusaka Mangkunegara I dari Pengageng Kadipaten Mandrapura Mangkunegaran, KRT Lilik Priarso, kepada Bupati Begug. Meliputi keris Kiai Karawelang, tombak Kiai Totog dan Kiai Baladewa yang diambil dari tugu penyimpanan pusaka Nglaroh Kecamatan Selogiri. Kemudian keris Kiai Semar Tinandu dan tombak Kiai Limpung yang diambil dari rumah tiban Bubakan Kecamatan Girimarto. Berikut tombak Kiai Alap-alap dan Kiai Bancak dari rumah pusaka Kaliwerak Kecamatan Wonogiri Kota.

Bersamaan itu juga ikut dikirab dan dijamas, pusaka-pusaka dari Keraton Surakarta yang ada pada Bupati Begug, dan sejumlah pusaka Kabupaten seperti gong besar Kiai Mendung Ekadayawilaga dan tombak Kiai Tunjung Biru. Bertindak sebagai penjamas pusaka, tim dari Reksa Warasto Mangkunegaran, yakni MNg Riyadi, MNg Jarot dan Mas Demang Suparman. (P27-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA