logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 NASIONAL
Line

Kalla: Pemilu 2009, Peluang Partai Golkar Lebih Baik

JAKARTA- Pada tahun-tahun pertama reformasi, Golkar sangat terpuruk dan dituduh biang kehancuran bangsa, sehingga banyak dibenci orang. Akibatnya, pada Pemilu 1999, prestasi partai berlambang pohon beringin itu anjlok.

Namun, pada pemilu berikutnya (2004), Partai Golkar bangkit dan memenangi perolehan suara. "Pada saat ini tidak ada lagi orang yang benci Partai Golkar. Karena itu kesempatan kita pada Pemilu 2009 lebih baik," ujar Ketua Umum DPP Partai GolkarJusuf Kalla di sela-sela pembukaan Rakerda DPD Partai Golkar DKI Jakarta di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jl Pegangsaan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2).

JK mengungkapkan mengapa partainya bisa merebut kekuasaan kembali kurang dari satu dasawarsa. Kuncinya sederhana. Belakangan ini, menurut pria asal Makassar itu situasi perekonomian nasional sudah membaik.

Golkar hanya kalah saat perekonomian negara ini merosot. Sebelum krisis menerpa, pertumbuhan ekonomi mencapai 8% per tahun, Golkar bisa mengantongi suara 60% di mana-mana saat pemilu.

"Begitu krisis, itu orang bilang Golkar yang kasih krisis, karena Golkar yang memerintah. Jadi kalau negara maju, pasti orang mengatakan Golkar bagus. Maka dipilihlah Golkar," kata Kalla.

Sebagai partai yang berwatak kekaryaan, Kalla mengajak kadernya lebih giat bekerja. "Kita harus bekerja sebaik-baiknya untuk memenangkan pemilu," pungkasnya.

Kader Tutut

Soal putri mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut, kata dia, belum pernah dipecat dari Partai Golkar. Wanita berkerudung itu tetap menjadi kader partai berlambang pohon beringin itu.

"Kita tidak pernah mengeluarkan pemecatan, karena itulah (Tutut) tetap menjadi kader Golkar. Di DPP Golkar Tutut pernah menjabat sebagai bendahara," ujar Kalla.

Mengenai pandangan Golkar terhadap mantan presiden Soeharto, dia mengatakan lebih baik mengingat jasa daripada celanya. "Apabila ada anak Adam meninggal, kita harus mengingat jasanya, supaya bisa menjadi contoh. Kita tidak perlu menyebut masalah-masalah beliau yang negatif," katanya.(dtc-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA