| Senin, 04 Februari 2008 | NASIONAL |
Merpati Pindah ke Halim
JAKARTA- Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (1/2) membuat Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng lumpuh. Halim Perdanakusumah disiapkan menjadi alternatif lokasi penerbangan. Namun baru Merpati dan Garuda yang bisa menempati bandara tersebut, terhitung sejak Senin ini (4/2). "Nggak mungkin hari ini (kemarin). Baru bisa besok (Senin ini), karena semua harus mempersiapakan diri," ujar Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta Herry Bakti. Menurut Herry, baru Merpati Airlines dan Garuda Indonesia yang bersedia dipindah penerbangannya ke Halim. "Maskapai yang lain lagi kita jajaki," kata Herry. Humas PT Merpati Nusantara Airlines Widodo membenarkan bahwa pihaknya memindahkan sementara pelayanan penerbangan Merpati dari dan ke Jakarta, ke Bandara Halim Perdanakusumah. Pemindahan dimulai Senin ini (4/2) diawali penerbangan Jakarta-Jayapura. ''Sebanyak 16 jadwal penerbangan khusus kami akan dilayani di bandara Halim Perdana Kusuma,'' katanya. Sedangkan Garuda belum berencana memindahkan operasional penerbangannya ke bandara itu. "Pindah bisa dilakukan kalau penerbangannya point to point, seperti Denpasar-Jakarta. Kalau penerbangan Garuda kan connecting seperti Denpasar-Jakarta-Singapore. Jadi belum ada rencana," ujar Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia Pujobroto. Selain itu, fasilitas perawatan Garuda juga berada di Cengkareng, di Garuda Maintenance Facility (GMF). Kantor operasionalnya, juga berada di Cengkareng. "Kalau Jumat kemarin karena bandara di Cengkareng ditutup ya nggak apa-apa (pindah ke Halim). Tapi Kalau kita pindah ke Halim, belum lagi menyiapkan ground handling-nya, fuel-nya," ujar Pujo. Normal Sementara itu hingga Minggu (3/2) pukul 15.00, penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, mulai pulih. ''Kondisinya mulai membaik,'' kata Herry Bakti. Dia menjelaskan, pulihnya kembali bandara tersebut ditandai dengan mulai normalnya jadwal penerbangan sejumlah maskapai yang melayani rute penerbangan di berbagai kota di Indonesia maupun rute luar negeri. ''Walaupun memang masih ada yang tertunda, tapi itu masih dalam kategori normal.'' Keterlambatan atau penundaan penerbangan hingga beberapa jam, menurut Herry, terjadi karena masalah penumpang dan maskapai, di antaranya keterlambatan penumpang yang terjebak kemacetan sehingga maskapai penerbangan menunggu penumpang tiba di bandara. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Sutimin menerangkan, sejak jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta ditutup karena tergenang banjir dan rute kendaraan dialihkan melalui kota Tangerang, kepadatan kendaraan yang melintas di wilayah tersebut menuju bandara melalui pintu barat bertambah tiga kali lipat per hari. Jumlah kendaraan yang membludak ini membuat kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di sejumlah jalan di Tangerang. ''Kendaraan yang masuk bertambah tiga kali lipat atau sekitar 15 ribu kendaraan per hari, dari 5.000 kendaraan pada hari normal,'' katanya. Menurutnya, pihak bandara telah menyiapkan rute masuk dan keluar kendaraan, baik yang akan masuk ke bandara maupun keluar dari bandara. Jalur alternatif tersebut telah disiapkan dan bagi pengguna jalan tinggal membaca petunjuk arah yang telah dipasang disejumlah titik. Kendaraan dari Jakarta bisa menggunakan jalur tol Jakarta-Merak, keluar tol Kebon Nanas, Jalan Sudirman, Jalan Suryadarma masuk pintu barat bandara. Jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di Jalan Sudirman menuju Bandara, para pengguna jalan bisa menggunakan rute keluar dari Kebon Nanas, Jalan Ki Samaun, Jalan TMP Taruna-Jalan Daan Mogot-Jalan Sitanala dan Jalan Suryadarma. Adapun untuk jalur keluar dari Bandara, kendaraan bisa menggunakan pintu barat bandara keluar hingga Tangerang atau jalur kendaraan melalui Jalan pintu utama bandara, Jalan Raya Prancis, Rawa Bokor, Jalan Daan Mogot hingga Grogol Jakarta Barat. Direktur Operasi PT Jasa Marga Sarwono Oetomo menjelaskan, untuk melayani masyarakat yang akan menuju bandara lewat jalan tol Prof Sedyatmo yang terkena banjir setinggi pinggang orang dewasa, pihaknya telah meminta bantuan Marinir. Menurutnya, masyarakat mulai dari Gerbang Tol Kamal menuju Bandara diseberangkan menggunakan perahu karet sampai melewati genangan di kilometer 26. Dari tempat tersebut, kemudian disambung lagi menggunakan truk marinir. ''Setidaknya, telah disiapkan empat unit truk dan dua bus untuk membantu mengangkut penumpang yang akan menuju bandara, bahkan terakhir TNI Angkatan Udara juga ikut membantu,'' katanya. Sedangkan Humas PT KA Daop 1 Jakarta Akhmad Sujadi menyebutkan, perbaikan rel kereta api antara Rawabuaya-Kalideres di kilometer 17+600 masih terhalang karena ratusan warga menggunakan lintasan tersebut untuk mengungsi. ''Kereta yang membawa peralatan perbaikan tidak bisa menuju lokasi longsor,'' katanya. (bn-49) | ||||