logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 SEMARANG
Line

Warga Noborejo Akan Datangi DPU

ARGOMULYO- Warga RW 10 Dukuh Nobokulon, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, berniat mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Senin (4/2) ini. Mereka ingin mempertanyakan, mengapa sumur yang dikabarkan memiliki debit air besar, tetapi belum juga dapat dimanfaatkan.

Ketua RW 10 Nobokulon Listianto menerangkan, berdasarkan hasil kesepakatan dengan warga, Senin besok (hari ini-Red) pihaknya akan mendatangi kantor DPU. ''Sudah beberapa pekan ini garapan sumur tersebut dihentikan. Tetapi hingga pekan lalu sumur belum juga dapat dimanfaatkan. Tidak ada jalan lain kami akan langsung mempertanyakan kepada DPU,'' katanya.

Menurutnya, warga merasa sangat terganggu, karena proyek yang didanai APBD 2007 itu terkesan mangkrak. Penggarap dan DPU juga tidak serius untuk menyelesaikan proyek tersebut. ''Kami menilai proyek belum selesai, karena air belum dapat dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,'' ujarnya.

Dijelaskannya, sejak DPU menyatakan bahwa debit sumur artetis itu sangat besar, warga menyambut gembira. Namun, setelah dibangun tower dan fasilitas lainnya, hingga kini belum terlihat air ke luar dari sumur itu. ''Sudah tiga kali penggarap mengganti pompa. Tetapi air belum juga ke luar.''

Belum Berfungsi

Sebagaimana diketahui, sejumlah anggota Komisi III DPRD yang dipimpin H Toto Suprapto mendatangi sumur artetis Nobokulon tersebut, setelah mendapat laporan jika proyek itu belum berfungsi. Jika belum juga dimanfaatkan, proyek tersebut terancam menjadi proyek gagal.

anggota Komisi III Sri Yuliani menerangkan, kalau memang kerusakan pada mesin pompa, maka kualitas mesin yang dipakai tidak baik. Disarankan sebaiknya segera diganti.

Dia juga menyayangkan pernyataan DPU bahwa debit air dari sumur tersebut 30 meter/detik. Tetapi berdasarkan laporan warga, air belum pernah keluar dari sumur tersebut.

Kepala DPU Ir H Saryono menerangkan, sumur belum difungsikan karena mesin pompa rusak. Rencananya mesin akan segera diganti dengan yang baru. Pembuatan sumur artesis di tempat itu merupakan bagian dari proyek penyediaan sarana air bersih di sejumlah tempat di Kota Salatiga. Setidaknya ada empat sumur artesis yang dibangun dengan anggaran masing-masing Rp 120 juta. (H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA