| Senin, 04 Februari 2008 | SEMARANG |
Masih Ditemukan Rumah Tak Layak HuniSALATIGA- Sejumlah tempat di Kota Salatiga masih ditemukan rumah tak layak huni. Para penguhi rumah itu berasal keluarga ekonomi lemah. Untuk itu, Pemkot diminta menginventarisasi serta memberikan tambahan bantuan dana guna perbaikan. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sutrisno Supriyantoro SE di sela-sela kegiatan pemberian bantuan berupa material dan semen yang digelar oleh Partai Golkar Salatiga, Minggu (3/2) pagi. ''Selama ini sudah ada bantuan dari Pemkot sebesar Rp 2,5 juta kepada sejumlah warga untuk perbaikan rumah, tetapi belum semua warga mendapatkannya,'' kata Sutrisno didampingi anggota DPRD Partai Gokar lainnya, Rosa Darwanti J Manoppo SH MSi. Diterangkan bantuan Rp 2,5 juta tersebut sebenarnya masih sangat kurang, tetapi karena keterbatasan anggaran jumlah warga yang menerima dibatasi. Rosa Darwanti menambahkan, kebanyakan warga yang rumahnya tak layak huni, bekerja sebagai buruh tani dan buruh serabutan sehingga diprioritaskan menerima bantuan. Sumbangan Sukarela Ketua DPD PG Salatiga Agung Setiyono SH mengatakan, bantuan berasal dari sumbangan sukarela kadernya. Bantuan diberikan secara bergilir mulai pekan lalu. ''Kami berharap agar bantuan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga,'' jelas Agung. Bantuan yang diberikan berupa 9 sak semen yang disalurkan kepada 9 KK yang berada di Kelurahan Cebongan, Kelurahan Tingkir Tengah, Kelurahan Kutowinangun, Kelurahan Dukuh, Kelurahan Randuacir, Kelurahan Kumpulrejo, Kelurahan Gendongan, dan Kelurahan Kalibening. Sementara itu, Sumirah, warga RT 7 RW 8 Butuh Kelurahan Kutowinangun Tingkir mengatakan tidak menerima bantuan perbaikan rumah Rp 2,5 juta. Dia bersyukur mendapat bantuan material semen untuk perbaikan rumahnya. (H2-41) |