logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 SEMARANG
Line

Penanaman Jiwa Enterpreneurship sejak Dini

''Yen Tangane Kemlawe, Kemlamet...''

''JANGAN pernah mencaci dan merendahkan anak. Sebab ini sangat memengaruhi perkembangan jiwa dan kreativitasnya. Berikan energi positif bagi anak agar mereka berkembang dengan baik,'' kata Dr Drs JC Tukiman Tarunasayoga MS, perwakilan Unicef untuk Indonesia di Jateng, Sabtu (2/ 2) siang. Dalam seminar Pentingnya Penanaman Jiwa Enterpreneurship Sejak Usai Dini di SD Isriati Moenadi Ungaran itu, Taruna juga memperingatkan orang tua untuk tidak mudah melarang setiap aktivitas buah hatinya.

Ia juga memberi contoh sebuah penelitian, tanaman yang diberi perlakuan khusus dengan yang biasa-biasa saja dan bahkan dicela, hasilnya berbeda. ''Tanaman yang dicela sebulan kemudian layu. Lalu yang dipuji bisa berkembang segar. Ini baru tanaman, belum kalau manusia,'' imbuhnya yang dalam seminar ini bertugas sebagai moderator.

Pernyataannya tersebut memberikan sinyalemen dan peringatan pada orang tua dan guru agar tidak memberi stempel bodoh pada anak. Anak yang tidak pintar Matematika atau Fisika jangan serta merta dipandang sebelah mata. Pasalnya, sukses tidaknya anak di masa mendatang sangat dipengaruhi pada kreativitas dan keberanian diri.

Pemateri dalam seminar ini Pudjijanto SH, pengusaha tahu bakso Ungaran, menegaskan, sebagai orang tua dan pendidik diwajibkan mempersiapkan karakter anak yang tangguh. ''Yen tangane kemlawe mesti kemlamet. Ini perlu ditanamkan,'' tandas Pudjijanto berfilosofis. Maknanya, jika seseorang itu kreatif (bekerja) menciptakan peluang usaha pasti akan mengecap manisnya hasil. Di hadapan orang tua murid, guru TK dan SD se-Ungaran, serta pejabat institusi pendidikan setempat, ia mengatakan, kunci sukses adalah ulet dan tidak malu.

Watak Wirausahawan

Sebelum usaha tahunya sukses seperti sekarang, Pudjijanto mengatakan, dulu setiap hari hanya 150 biji. Dengan keuletannya, dua belas tahun kemudian ia bisa memproduksi 10.000 tahu bakso/ hari.

Menurutnya, watak yang harus dimiliki dan dikembangkan sebagai enterpreneur (wirausahawan) sejak usia dini adalah percaya diri, berorientasi tugas dan hasil, pengambil resiko, bisa menjadi pemimpin, inovatif, dan berpandangan luas.

Ketua YLPI Hj Isriati Moenadi Eko Panggyarso SH menjelaskan, seminar ini bertujuan sebagai upaya membangun generasi penerus yang mandiri, bermartabat, dan berakhlaqul karimah. Menurutnya, penanaman jiwa enterprenuership sangat berpengaruh sebagai jalan keluar memperbaiki kondisi SDM di masa mendatang. ''Pendidikan enterpreunership kami yakini mampu mendorong anak didik untuk kreatif, inovatif, dan komunikatif,'' tegasnya.

Diterangkannya, sebenarnya penanaman jiwa kewirausahaan bukan terbatas dalam pengertian sempit di bidang bisnis, tapi merupakan upaya membangun semangat jiwa dan keterampilan untuk terus maju dan berkembang dengan penuh kreatifitas secara mandiri. ''Jika ini sudah tertanam, maka dia tak berkutat mencari kerja tapi sudah berfikir bagaimana menciptakan kerja,'' tegas Eko.

Pemateri lain dalam seminar ini adalah Drs Saman Kadarisman, mantan Kepala BIKK Jateng yang memberi materi tentang mencetak kader bangsa berkualitas. ''Ibarat membangun sebuah candi yang besar dan kokoh, maka persiapkan batu-batu yang berkualitas pula,'' tandasnya. (Rony Yuwono-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA