logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 SEMARANG
Line

Dugaan Korupsi Wali Kota Semarang

Dokumen Intelijen Bocor ke "Orang Sukawi"

BOCORNYA dokumen materi riksa (matrik) operasi intelijen Kejaksaan Tinggi kasus dugaan korupsi dana tak terduga (dana TT) APBD Semarang 2004 ke tangan kelompok-kelompok yang tergabung dalam Gerakan Semarang Bersatu (GSB), menimbulkan banyak spekulasi.

Dokumen itu dibawa aktivis GSB saat berunjuk rasa di Kejaksaan Tinggi, Kamis (31/1). Saat itu aktivis GSB, yang didukung ratusan orang mendesak Pidsus melanjutkan proses hukum Wali Kota Sukawi Sutarip, sebab dalam matrik yang ditandatangani delapan jaksa tersebut, Sukawi diusulkan sebagai tersangka.

Menanggapi desakan tersebut, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi, Uung Abdul Syakur, menyatakan, siap menindaklanjuti kasus dana TT tersebut, apabila sudah mendapat pelimpahan perkara dari Bagian Intel.

Kubu Sukawi menyatakan, jatuhnya dokumen tersebut ke tangan pendemo, jelas mengindikasikan ada "main" antara kubu pendemo dan pihak kejaksaan. "Ini sangat aneh. Saya menilai, aksi itu merupakan manuver untuk pembunuhan karakter terhadap Sukawi Sutarip sebagai cagub yang diusung Partai Demokrat," ujar Dani Sriyanto, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jateng.

Sementara itu, Wijayanto, juru bicara GSB yang dipimpin Rahmulyo Adiwibowo, justru curiga, ada "main" antara kubu Sukawi dan Kejaksaan Tinggi, sehingga kasus dana TT tersebut "diangin-anginkan".

Padahal dalam kasus serupa, yang sama-sama ditangani Kejati, perkara Bupati Batang Bambang Bintoro bisa naik ke penyelidikan Bagian Pidsus, sementara dalam Bupati Dompu, NTT, yang perkaranya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga kena hukuman dua tahun.

Sudah Bocor

Dia mengaku bahwa dokumen operasi intelijen tersebut tidak ia dapatkan dari orang Kejaksaan Tinggi. Ia malah membeber, dokumen itu sudah lama bocor ke tangan "orang Sukawi" sendiri. "Kalau data (matrik) yang saya pegang ini sih, saya dapat dari langit."

Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi, Pudji Basuki, mengatakan, pihaknya berani menjamin bahwa data Kejaksaan Tinggi tidak mungkin bocor keluar. Dalam suatu audiensi dengan Rahmulyo cs pun, di ruang pemeriksaan intel beberapa waktu lalu, Asintel yang disodori matrik kasus dana TT tersebut nampak sangat kaget dan menanyakan, "Dari mana Anda dapat (matrik) ini?" Wijayanto dengan santai menjawab, "Saya dapat dari langit! Semudah membalik tangan bagi saya untuk mendapatkan data semacam itu. Yang jelas tidak dari anak buah Bapak."

Mendapat penuturan seperti itu, Pudji berujar, "Saya akui Anda hebat. Sepertinya, memang itu ya kelebihan Saudara."

Wijayanto mengungkapkan, sebagai pegiat antikorupsi dirinya tidak mau bicara tanpa data. Apa yang ia perjuangkan selama ini, selalu didukung dengan data. (YunantyoAdi-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA