logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 SEMARANG
Line

TEMBARU IMLEK

Barongsai dan Liong pun Masuk Mal

TIBA-TIBA saja suasana Mal Ciputra Semarang ramai oleh ingar binar berbacam bunyi tetabuhan. Suaranya nyaring dan memekakkan telinga. "Dung-deng-dung-deng...dung-deng-dung-deng". Begitu bunyinya. Khas bunyi tetabuhan ala pecinan. Tentu saja, ratusan pengunjung dibuatnya bertanya-tanya.

Tak lama berselang, sekelompok orang dengan berpakaian kuning-kuning segera menyeruak dari kerumunan pengunjung. Jumlahnya belasan. Masih dengan iringan bebunyian, mereka bersiap-siap beraksi. Ada barongsai dan liong samsi yang mereka usung. Tanpa menunggu lama, barongsai mereka mainkan. Maka, beratraksilah anak-anak muda yang tergabung dalam kelompok Garuda Mas itu. Tak seluruh pemainnya remaja memang.

Ada pula anak umur belasan yang ambil bagian. Toh demikian, atraksi mereka tetap mengundang decak kagum hingga pengunjung tak segan-segan menderaikan tepuk tangan berkepanjangan.

Atlet Wushu

Atraksi barongsai dan liong yang dibawakan Garuda Mas tersebut berlangsung sejak Jumat (1/2). Mereka beraksi sedari pukul 19:00 hingga di atas jam 20:00 di Atrium Mal Ciputra lantai dasar.

Tak hanya atraksi permainan barongsai dan liong, turut dipertontonkan pula kepiawaian atlet-atlet wushu dari anggota Garuda Mas yang telah mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Bahkan, mereka menduduki peringkat lima kejuaraan dunia di Malaysia.

Selain dari Garuda Mas, anak-anak TK Nusaputera tak kalah serunya memainkan barongsai, Sabtu lalu. Maklum, terhitung sejak Selasa (29/1), Mal Ciputra telah menggagas perhelatan untuk pengunjung yang dinamai "Once Upon a Time in China". Segala pernak-pernik yang sarat Chines Culture, diperlihatkan. Bahkan gapura ala pecinan dibangun di lantai dasar sebagai tetenger dan dijadikan panggung utama perhelatan.

Menurut Public Relations Mal Ciputra, Aisa R Jusmar, ditampilkannya barongsai dan liong tersebut sebagai wujud kepedulian Mal Ciputra terhadap perayaan Tahun Baru Imlek 2559.

"Kami ingin memeriahkan perayaan tahun baru Imlek tahun ini. Dengan atraksi barongsai dan liong, membuktikan kita sangat peduli terhadap budaya Indonesia yang sangat beragam," kata Aisa.

Sebagai pamungkas "Once Upon a Time in China", kemarin malam kembali dipertunjukkan atraksi wushu dengan atraksi yang sedikit nggegirisi, yakni memecah benda-benda keras seperti batu bata dan pipa dengan tangan kosong. Sesudahnya, pengunjung disodori sejumlah wanita dan pria dengan paras menawan dari Totok Shahak Modelling School dalam fashion show mengenakan busana tionghoa.(Fahmi Z Mardizansyah-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA