logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 KEDU & DIY
Line

Bandeng Keropok Semarang Digemari di Yogyakarta

MASAKAN berbahan dasar ikan air tawar ataupun laut atau yang dikenal dengan seafood akhir-akhir ini menjadi makanan favorit. Daging unggas tampaknya bakal tergeser dengan kehadiran ikan. Rumah makan, resto, warung yang menyediakan masakan ikan juga menjamur. Namun kadang-kadang orang takut mencicipi karena citranya seafood mahal.

''Memang banyak rumah makan yang menyediakan ikan air tawar atau laut memasang tarif mahal padahal sebenarnya harga ikan sangat terjangkau,'' ungkap Jimmy Susilo yang bersama dua anaknya, Eric Susilo dan Christof, membuka Gama Candi Resto di Jl P Mangkubumi Yogyakarta.

Dia lantas menggagas untuk menyediakan semua jenis masakan ikan dengan harga terjangkau sehingga seluruh orang dari segala lapisan tak perlu takut memasuki rumah makannya. Apalagi lokasi restonya berada tepat di timur Stasiun Tugu, menempati gedung kuno yang ditata begitu nyaman untuk menikmati hidangan. Di dalam ada ruangan-ruangan cukup besar, mampu menampung puluhan orang untuk meeting atau gathering.

Di luar, pengunjung dapat nongkrong di sisi selatan yang cukup luas. Mereka bisa melihat aktivitas masyarakat Yogyakarta karena lokasi Gama Candi persis di ujung Jl Mangkubumi dan Malioboro. Mereka yang akan menuju Malioboro dan Pasar Beringharjo pasti melewatinya.

Sebelum membuka cabang di Yogyakarta, usaha miliknya sudah dirintis sejak 1992. Semula dia menjual nasi uduk, lambat laun berkembang dan kemudian melengkapinya dengan berbagai jenis ikan. Semua masakan dari restonya bernuansa Indonesia, tidak ada rasa masakan China ataupun Barat. Hanya ada dua jenis yakni bakar atau goreng.

''Konsepnya, kita menyediakan makanan tradisional dengan bumbu-bumbu lokal yang pas di lidah masyarakat Indonesia, ada berbagai jenis sambal untuk menemani masakan serba bakar,'' paparnya.

Bandeng Keropok

Nasi uduk sebagai cikal bakal berdirinya rumah makan itu tetap dipertahankan dengan harga sangat murah hanya Rp 3.000/porsi. Makanan lain, berbagai jenis ikan air tawar dan laut mulai dari kerang, kepiting, udang, lobster, kakap, bawal, dan masih banyak lagi tersedia di sana. Sebelum dimasak, ikan-ikan tersebut benar-benar dalam kondisi segar.

''Namun yang menjadi andalan dan ini belum ada di Yogyakarta, bandeng keropok bukan bandeng presto lho,'' imbuh Christof.

Bandeng keropok berasal dari ikan segar namun durinya sudah dicabuti sampai bersih. Orang biasanya malas makan bandeng segar karena durinya banyak namun di tempat dia tak usah memikirkan bakal tertancap duri. Seluruh daging ikan bebas duri, benar-benar bersih. Sekali telan tak bakalan ada duri menancap di sela-sela gigi atau kerongkongan. Presiden SBY kabarnya sangat menyukai masakan ini. Tiap kali berkunjung ke Semarang pasti mencicipinya. Meskipun baru saja buka di Yogyakarta, masakan ini sangat digemari.

Selain nasi uduk, bandeng keropok dan bermacam-macam ikan, tersedia pula minuman tradisional baik hangat maupun dingin. Mau wedang jahe, teh hangat sampai es Gama Candi yang berisikan kelapa muda, kolang-kaling, agar-agar, dan lainnya ada di sana. Seluruh minuman juga dalam kondisi segar dan selalu baru.

''Tempatnya memang berkesan eksklusif tapi harga sangat ekonomis, semua kalangan dapat menjangkaunya terutama keluarga dan para pekerja,'' timpal Eric. (Agung PW-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA