| Senin, 04 Februari 2008 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATPosisi Pakistan MenentukanISLAMABAD - Masa depan Pakistan akan menjadi penting bagi masa depan dunia. Sebab, Pakistan akan menjadi model untuk menyeimbangkan kebutuhan simbol-simbol muslim dengan sekularisme. Hal itu dikemukakan sejarawan dan teolog Inggris Karen Armstrong. Menurut Armstrong, Pakistan mempunyai tantangan dan pertanyaan besar untuk dijawab. ''Bagaimana negeri itu bisa menjadi negara muslim yang sekuler?'' kata sejarawan kondang itu dalam wawancara dengan Reuters Minggu kemarin. Hal itu menjadi penting karena posisi negeri itu sebagai negara nuklir dan saat ini menjadi ''lahan subur'' ekstremisme akibat dukungan Barat dalam perang mengusir Uni Soviet dari Afghanistan. Pada Kamis lalu Armstrong bertemu Presiden Pervez Musharraf. Musharraf menekankan, dia berharap untuk mengubah Pakistan menjadi negara moderat yang mengalami pencerahan. ''Pakistan berada pada lini depan perjuangan saat ini,'' kata dia saat berkunjung ke Islamabad. ''Perkembangan yang terjadi di sini akan sangat menentukan arah perang melawan terorisme di kawasan lain.''(rtr-gn-25) Serbia Gelar Pilpres Beijing Peringatkan Taiwan BEIJING - China terus menekan Taiwan menjelang referendum keanggotaan wilayah itu pada Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan depan. Beijing memperingatkan, Taiwan bakal menghadapi bahaya dan harus membayar mahal apabila tetap melaksanakan referendum itu. Beijing menyampaikan peringatan itu dengan kata-kata keras menanggapi pengumuman Taiwan yang akan tetap menggelar referendum pada 22 Maret. Referendum itu untuk menguji aspirasi rakyat soal keanggotaan di PBB dengan nama ''Taiwan''. Amerika Serikat dan China menentang rencana itu. China menganggap referendum itu sebagai langkah penting bagi Taiwan untuk memperoleh pengakuan resmi sebagai negara merdeka. Menurut Beijing, referendum itu bisa mengancam perdamaian di kawasan Asia-Pasifik.(rtr-gn-25) |