logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 BANYUMAS
Line

MERAPI

Kuota Sertifikasi Ditambah

WONOSOBO- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonosobo mendapat kuota tambahan peserta sertifikasi sebanyak 80 orang guru. Kuota tersebut diperuntukkan bagi peserta sertifikasi 2007. Kasubdin Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Wonosobo Suharna mengemukakan, penambahan kuota berdasarkan rapat koordinasi belum lama ini, dengan Lembaga Penilai Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

"Kuota tambahan tersebut baru kami ketahui setelah rakor di Semarang, Rabu lalu (30/1)," ujarnya.

Namun untuk kuota tambahan tersebut dikhususkan bagi guru yang berstatus PNS. Hal tersebut berbeda dengan sertifikasi 2006 dan 2007, yakni mereka yang berstatus Non-PNS saat itu juga bisa menjadi peserta sertifikasi. (J9-39)

Terbentuk Forum BPD

KEBUMEN- Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa Kecamatan Karangsambung Kebumen (FKBPD) ''Bongkar'' telah terbentuk Sabtu (2/2) lalu.

Kepala Bidang Advokasi FKBPD Achmad Pujiono, kemarin, menjelaskan, ''Bongkar'' merupakan akronim membangun orang Karangsambung. Pemilihan nama itu demi peningkatan kualitas kelembagaan dan SDM untuk ikut berkiprah dalam pembangunan dan pemerintahan.

Pembentukan forum dihadiri Ketua DPRD Kebumen H Probo Indartono SE MSi, Plt Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Yuswadi SSos, serta Plt Camat Triyono SH. Deklarasinya di Aula Kecamatan Karangsambung, dihadiri sekitar 200 tamu undangan dari unsur BPD 14 desa.

Probo Indartono mengharapkan segenap BPD ikut mengawasi perjalanan pemerintahan desa.(B3-66)

Konversi Energi Dipercepat

PURWOREJO - Rencana konversi energi minyak tanah ke gas elpiji di wilayah eks Karesidenan Kedu, termasuk di wilayah Kabupaten Purworejo, mungkin akan dipercepat dari jadwal semula.

Sebelumnya konversi di wilayah eks Karesidenan Kedu baru akan dilaksanakan sekitar April. "Kabarnya akan dipercepat. Tapi pastinya kapan, masih akan dibahas. Besok kami diundang rapat oleh Pertamina di Surakarta," ujar Koordinator Agen Minyak Tanah Kabupaten Purworejo, Tugiman Eko Wiyono, kemarin.

Di Kabupaten Purworejo belum ada persiapan khusus. Namun di Kebumen, beberapa waktu lalu sudah ada sosialisasi dari Bagian Perekonomian dengan menghadirkan perwakilan Pertamina. Ditargetkan 300.000 KK menjadi sasaran konversi. (H43-66)

Meniru Tayangan Televisi

PURBALINGGA -Ada saja cara orang mencari uang, termasuk dengan menipu. Kadang-kadang model penipuannya meniru tayangan di televisi.

Itulah yang dilakukan Iwan Riswanto (20), warga Balamoa, Pangka, Tegal dan Aif Baedowi (20), penduduk Pangerasan, Bantarkawung, Tegal. Mereka berurusan dengan polisi karena menipu Ny Sakhini (42), asal Desa Karangsari RT 05 RW 03, Kalimanah, Purbalingga.

Ketika masuk rumah Ny Sakhini menanyakan sabun cuci yang dipakai sehari-hari.

Korban menjawab sabun Wings. Kontan salah satu tersangka berdiri dan menyalami tangan korban.

''Selamat, Anda mendapat hadiah dari sabun Wings sehingga dapat hadiah,'' kata Kapolres AKPB Budi Siswanto didampingi Kapolsek Kalimanah AKP Sarpono menirukan omongan tersangka.

Namun tersangka memberikan syarat untuk memperoleh hadiah itu, yaitu harus membayar biaya administrasi untuk pendataan di kecamatan senilai Rp 250.000. Setelah diserahkan uang tak kembali.(F10-27)

Murid Belajar di Luar Kelas

BANYUMAS-Ruang guru di SD Negeri 1 Karangrau Banyumas ambruk, Kamis pekan lalu. Dua ruang kelas yang berdekatan kemudian tidak dipakai karena dinilai tidak aman keadaannya.

Suwandi, Kepala SDN 1 Karangrau menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 saat hujan lebat. Ruang yang berdekatan dengan ruang guru yang ambrol atapnya adalah ruang kelas V dan VI.

Eternit ruang kelas VI berlubang besar di sana-sini, sedangkan eternit ruang kelas V telah hilang sehingga kuda-kuda dan atapnya terlihat. Ketiga ruang itu merupakan bangunan tahun 1964 dan pernah mendapat bantuan Ingub untuk rehabilitasi ringan berupa perbaikan kuda-kuda pada tahun 1990-an.

''Tidak ada korban saat atap ambruk. Namun kami takut terjadi ambruk susulan sehingga dua ruang kelas di sebelahnya dikosongkan karena keadaannya juga mengkhawatirkan,'' ujar Suwandi, Sabtu lalu. Akibatnya, murid kelas V dan VI dipindah ke ruang kelas II dan IV. Murid kelas II sebanyak 17 anak dan 22 murid kelas IV terpaksa belajar di teras sejak Jumat lalu. (J2-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA