logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Februari 2008 BANYUMAS
Line

Merayakan Imlek dengan Kesederhanaan dan Toleransi

GELIAT warga Tionghoa di Cilacap dalam merayakan Imlek makin terasa. Pernak-pernik seperti lampion dan kertas merah pun mulai tampak dijual di toko-toko. Demikian pula dengan penjual kue keranjang, kemarin sudah nampak bermunculan.

Aktivitas warga Tionghoa dalam menyambut Imlek, terlihat pula saat mereka membersihkan Klenteng Lam Tjeng Kiong di Jl RE Martadinata, Minggu (3/2). Membersihkan Klenteng berusia 130 tahun itu, memang merupakan bagian dari Imlek, yang puncak perayaannya akan diselenggarakan Rabu (6/2)

Mereka berharap, ibadah yang dijalankan, seperti sembahyangan untuk Khongco-Makcho akan lebih khusuk.

Menurut Ketua Klenteng Lam Tjeng Kiong, Agus Suyono, untuk perayaan Imlek 2599 tahun ini, ada satu semangat yang ingin diusung oleh umat Tri Dharma (umat Konghucu, Budha, Taoisme) Cilacap.

Nilai tersebut adalah kesederhanaan dan toleransi. ''Perayaan Imlek tahun ini dirayakan saat banyak bencana melanda saudara-saudara kita. Oleh karena itu dalam setiap doa yang kami panjatkan, harapan baik kami agungkan buat semuanya,'' kata Agus Setiono.

Tekad itu akan diwujudkan dalam sebuah perayaan sederhana. ''Kami ingin duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan umat lainnya. Umat kami pun, saat ini banyak yang kesusahan,'' jelas Agus Suyono.

Kesederhanaan lain yang dimunculkan oleh Tri Dharma Cilacap, adalah dengan membatasi pemasangan lilin. Di Lam Tjeng Kiong, hanya ada lima lilin besar yang dipasang. Dua ( berukuran 500 kati) dipasang di dekat pintu masuk dan tiga lilin lain (berukuran 300 kati) di pasang di dalam klenteng.

Hal ini sebagai himbauan kepada para umat, untuk sederhana dalam menyambut Imlek.

Kesederhanaan itu, ternyata juga mendapat sambutan positif warga. ''Bentuk perayaan agama itu, terserah pemeluknya. Namun kalau diniati untuk digelar secara sederhana itu sangat baik,'' kata Purwadi, salah satu warga Kelurahan Donan.

Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia masih berduka. Bencana dan pertikaian banyak terjadi. Karena itu dia berharap, warga berdoa agar semua cobaan itu segera berlalu.''Itu mengapa saya sangat sepakat dengan tema sederhana dan toleransi, yang diusung warga Tionghoa Cilacap dalam merayakan Imlek tahun ini,'' katanya.

Perayaan Imlek Cilacap sendiri akan diramaikan dengan beberapa kesenian bernuansa Cina, seperti Barongsai yang rencananya akan digelar Rabu sore. Tepat pada Rabu pukul 24.00 WIB bakal digelar sembahyangan untuk mengungkapkan syukur.

Pertanyaannya, bisakah umat lain juga memiliki semangat yang sama, sederhana dan toleransi, dalam merayakan hari besar mereka. Jika bisa, sungguh, keharmonisan antarumat beragama yang sejak dahulu diagungkan. (Mohamad Sobirin-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA