logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 SALA
Line

Orang Dekat Hashim Kembali Mangkir

SOLO-Siswanto SH, Wakil Ketua Yayasan Keluarga Hashim Djojohadikusumo kembali mangkir dalam pemeriksaan di Poltabes Surakarta, kemarin. Dia tidak dapat memenuhi panggilan untuk kali kedua, dengan alasan sakit.

Pengacara Siswanto, yakni Rini SH, kemarin siang datang ke Poltabes untuk menyampaikan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pondok Indah yang merawat Siswanto. Surat keterangan dari dokter itu diterima Kasat Reskrim, Kompol Syarif Rahman.

Surat tersebut menyebutkan, Siswanto harus beristirahat sejak Rabu (30/1) hingga Jumat (1/2). Namun ketidakhadiran Siswanto untuk diperiksa sebagai saksi, dinilai Syarif Rahman ada unsur kesengajaan untuk mengulur-ulur waktu.

"Hanya sebagai saksi saja kok susah sekali untuk memenuhi panggilan."

Tindakan Tegas

Dikemukakan Kasat Reskrim mewakili Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto, keterangan saksi tersebut sangat penting dalam upaya mengungkap tuntas kasus pencurian arca koleksi Museum Radya Pustaka. Karena itu penyidik akan melakukan tindakan lebih tegas.

"Kalau selalu mangkir, bisa saja yang bersangkutan menjadi tersangka dengan alasan menyulitkan proses penyidikan," tegas Syarif Rahman.

Menurut Syarif, pengacara saksi yang menemuinya meminta penjadwalan ulang untuk pemeriksaan Siswanto pada Selasa ((5/1) lusa.

Orang dekat Hashim tersebut akan diperiksa sebagai saksi dalam penyerahan arca Nandisa Wahana Murti dari rumah Hashim di Kemang, Jakarta Selatan, ke Direktorat Peninggalan Purbakala, Jakarta.

"Ada beberapa item penting yang akan kami tanyakan kepada Siswanto, yang sejak awal mengetahui arca koleksi museum hasil pencurian berada di rumah Hashim." (G11-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA