logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 SALA
Line

Terigu Melambung, Pengusaha Roti Bingung

SRAGEN - Pengusaha roti di wilayah Gemolong dan sekitarnya belakangan ini kebingungan. Sebab kenaikan harga tepung terigu sudah mencapai dua kali lipat. Nasib mereka benar-benar di ujung tanduk. Pendapatan para pengusaha turun drastis hingga 60 persen.

Mereka berharap pemerintah segera mencari jalan keluar atas persoalan yang membelit pengusaha kecil, dengan melakukan operasi pasar (OP) atau pemberian subsidi bahan baku roti. Menurut para pengusaha, harga tepung terigu sudah di luar kendali dan secepatnya harus diatasi.

"Kami terpaksa merumahkan karyawan dan gulung tikar (berhenti berproduksi-red), jika harga tepung tak terkendali. Pendapatan kami tidak sesuai dengan pengeluaran," ucap Warsito (30) pengusaha roti Enggal Jaya, Desa Peleman Gemolong, Sragen, kemarin.

Selain perusahan roti miliknya, ada perusahaan roti Mitra Saudara, Jagat Rasa, Aneka Rasa dan beberapa lainnya di Gemolong yang sudah merasakan kepayahan.

"Perusahaan roti di Gemolong mayoritas berskala kecil, dengan jumlah tenaga dan permodalan kecil. Kami sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah," terangnya.

Warsito mengungkapkan, hingga akhir Januari ini harga tepung terigu di pasaran per zak (ukuran 25 kg) mencapai Rp 163.000. Padahal harga normal tepung impor Rp 80.000.

Kenaikan itu terjadi sejak tiga bulan lalu, atau pada pertengahan Oktober tahun lalu.

"Tiap memroduksi 2.000 roti pendapatan kami berkurang Rp 500.000. Apabila setiap hari pendapatan terus berkurang, kami lebih baik menutup usaha," keluh pengusaha yang sudah delapan tahun membuat roti.

Diminta Bertahan

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Sragen, Djoko Purwanto mengimbau para pengusaha roti di wilayah Sragen, khususnya Gemolong supaya bertahan menghadapi kenaikan bahan baku tepung terigu. Mengenai pelaksanaan operasi pasar terigu dan sejenisnya, menurut Joko, akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pejabat yang lebih tinggi.

"Saya harap para pengusaha bersabar dan bertahan dengan himpitan kenaikan tepung terigu. Pemerintah Daerah dan Pusat sedang mengupayakan jalan keluar atas persoalan ini," kata dia. (J5-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA