logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 SALA
Line

Keluarga Minta Pengaturan Peziarah

KARANGANYAR- Banyaknya peziarah yang berdatangan ke Astana Giribangun, di satu sisi membuat bahagia keluarga, karena membuktikan masyarakat masih sangat mencintai mantan Presiden RI HM Soeharto. Namun sekaligus juga merepotkan karena kadang pengunjung seenaknya bertingkah laku di area pemakaman.

"Karena itu keluarga meminta agar ada aturan yang harus ditaati," kata Begug Purnomosidhi, mewakili keluarga Pak Harto, kemarin.

Dia mengatakan, kadang ada peziarah yang datang malam-malam karena berkaitan dengan keyakinan tertentu. Mereka memaksa masuk ke Cungkup Argo Sari, berziarah di depan pusara Pak Harto maupun Ibu Tien. Tentu permintaan itu membuat sulit pengelola pemakaman. Dituruti merepotkan, tidak dituruti juga membuat ewuh pakewuh.

"Nah, menghindari hal-hal seperti itu, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Silakan pemerintah mengatur, apakah akan diserahkan kepada Pemkab Karanganyar atau dikelola langsung oleh pemerintah pusat," kata Bupati Wonogiri yang juga kerabat dekat Ibu Tien.

Dia mengatakan, penyerahan urusan pemakaman pada pemerintah karena sebagai penghormatan pada Pak Harto yang mantan Presiden. Meski tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Pak Harto merupakan aset bangsa, pernah memimpin negeri ini menjadi negeri yang sejahtera.

"Karena itu kalau kami memohon pemerintah agar mengatur itu. Sebagaimana sebuah negara menghormati orang yang pernah berjasa bagi negaranya, tentu wajar kalau pemerintah ikut campur. Ini sangat perlu, karena ke depan mesti akan semakin banyak yang berziarah ke makam ini," tandas dia. (an-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA