logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 WACANA
Line

Surat Pembaca

Keras, Steak MamaMia

Tanggal 14 Januari 2008 saya dan beberapa teman makan di MamaMia. Karena ada teman dari Ambarawa maka saya berempat datang sekitar pukul 14.00 dan saat itu rumah makan sedang sepi (hanya dua orang pembeli). Saya memesan 2 chicken steak, 2 kentang goreng, 1 milk shake strawbery, 1 lemon tea, 1 jus alpukat dan 1 jus orange.

Sekitar 10 menit steak datang duluan. Melihat bentuk steaknya aku dan temanku langsung ilfil alias ilang filling karena warna steaknya gosong dan hot platenya nggak terlalu panas. Beberapa saat kemudian semua pesanan datang. Semua mulai makan pesanannya. Saya dan teman yang memesan steak pun juga makan karena sudah lapar.

Ternyata kami berdua kesulitan memotong dagingnya karena terlalu kering. Tapi terlanjur lapar sehingga tetap makan walau dengan susah payah dan belepotan. Ternyata steak tersebut lebih banyak tepung daripada dagingnya (walau itu sudah biasa). Apalagi dagingnya sangat kering sehingga harus mengunyah ekstra kuat.

Steak tidak saya habiskan dan dalam hot plate saya tulisi "atos bgt" dengan menggunakan saos, agar penjual sadar, makanan tersebut tidak layak diberikan pada pembeli. Selain itu milk shake yang saya pesan ada lalatnya hingga menjijikan. Ternyata kekecewaan saya tidak sampai di situ saja karena kasir juga tidak memberi bon.

Sementara teman yang memesan kentang juga kecewa karena kentangnya terasa sangat asin. Padahal hal bukan kali pertama bagi saya dan teman makan di tempat tersebut. Tapi kali ini mengecewakan. Saya menyarankan para pembeli berhati-hati agar tidak mengalami seperti kami. Untuk MamaMia, tingkatkan mutu dan kualitas makanannya.

Nurul Tri Rahayu

Jl Damar Utara Dlm II/150, Semarang

Kapolsek Pringsurat

Saya tanggal 6 Januari 2008 melaporkan kasus penipuan dan pelecehan seksual terhadap adik saya ke Polsek Pringsurat Temanggung tetapi tidak ditindaklanjuti/ditanggapi dengan baik. Kasus tersebut dilakukan oleh anggota Satpol PP Pemkab Temanggung yang masih keponakan Kapolsek Pringsurat.

Setelah saya konfirmasi ke anggota Reskrim Polsek Pringsurat pada tanggal 11 Januari 2008, beliau mengatakan Kapolsek tidak sanggup menindak keponakannya sendiri. Ke mana lagi harus meminta keadilan untuk adik saya yang sekarang mengalami depresi dan nyaris bunuh diri. Saya mengharap perhatian dari pimpinan Polisi dalam kasus ini.

Djumono

Krajan RT 2/RW 1 Pringsurat, Temanggung

***

Servis HP di Banaran

Beberapa bulan lalu saya memperbaiki ponsel Motorlola ke service di daerah Banaran, Sekaran Gunungpati bernama Mas Anto. Selang beberapa minggu nampaknya dia susah memperbaikinya hingga ada kesepakatan berupa tukar tambah. Dia bersedia mencarikan merk lain tapi setelah lama saya tunggu ternyata dia tidak ada, kata orang pulang ke daerah di Tegal.

Kepergian tanpa pemberitahuan membuat saya menjadi bingung. Ponselnya pun tidak bisa dihubungi. Saya dan konsumen lain merasa kecewa. Sebaiknya, kalau memang sudah tidak sanggup memperbaiki, tolong hubungi saya dan cari jalan tengah atau kembalikan saja. Bagaimana tidak berpikir negatif kalau kenyataannya sampai kini tidak ada konfirmasi.

Tolong kembalikan ponsel saya syukur dalam keadaan baik dan jadi. Saya menghargai kerja keras dan jasanya. Maaf, karena terpaksa saya menulisnya di Surat Pembaca ini, karena benar-benar tidak tahu alamatnya.

Tukijo SPd (085641041224)

Jl WR Supratman kav 31-32, Semarang

***

Kecewa Kredit Plus

Pada 21 Januari 2008 saya mengajukan kredit ulang (RO/repeat order) pengambilan elektronik (TV) kepada Kredit Plus dan esok harinya menandatangani formulir pengajuan kredit. Mereda katakan bahwa proses RO mudah, jadi seharusnya tanggal 23 Januari 2008 sudah bisa disetujui dan barang dikirim. Tetapi kenyataannya, formulir aplikasi saya belum diproses karena masih dibawa salesnya.

Akibatnya perusahaan baru bisa memberi persetujuan 24 Januari 2008. Tetapi setelah saya tegur, beberapa jam kemudian pihak Kredit Plus memberi kabar bahwa pengajuan kredit tidak disetujui karena saya masih ada kredit berjalan (kurang 7x pembayaran). Yang membuat kecewa, kenapa hal tersebut tidak dijelaskan dari awal, jika masih ada kredit berjalan maka tidak bisa mengajukan RO.

Padahal hal tersebut sudah saya tanyakan kepada salesnya saat menandatangani formulir pengajuan kredit. Jika tahu dari awal, saya tidak perlu buang waktu mengajukan RO sebab bisa pakai jasa perusahaan lain. Kepada Kredit Plus agar lebih profesional dalam melayani pelanggan. Pelajari dulu ketentuan perusahaan dan jangan janjinya bisa, ternyata tidak bisa.

Loretta Veronique Harijanto

Puri Anjasmoro Blok M2/1, Semarang

***

Makro Vs Carrefour

Tanggal 22 Januari 2008 saya sekeluarga berbelanja ke Makro Semarang. Seperti biasa saya membeli sayur, buah dan daging. Saya lihat, daging sirloin steak yang ada di rak display pendingin, dipotong terlalu tipis, padahal dulu selalu dipotong sesuai ketebalan ukuran steak. Karenanya saya meminta petugas untuk memotongkan sesuai kebutuhan saya dengan mengambil daging frozen lagi dari ruang penyimpanan.

Saya meminta dipotongkan 1,2 cm karena jika terlalu tipis untuk steak, daging akan kering dan mudah gosong. Ketika selesai memotong petugas berkata: "Lain kali kami tidak bisa melayani, jika membeli hanya segini". Mendengar hal itu saya langsung protes. "Bukan salah saya sebab daging yang di display dipotong terlalu tipis".

Tapi petugas tetap berkeras mendatang tidak bisa meminta memotongkan daging jika hanya beli sedikit. Dia mau memotongkan jika membeli 3 Kg s.d 4 Kg. Saya kecewa dan tersinggung mendengarnya. Jika saya sekeluarga hanya 2 orang dewasa dan 1 anak, apa harus membeli daging 3 Kg. Lagi pula bukankah yang namanya fresh food, lebih baik dalam keadaan fresh?. Jika Makro memang tidak mau melayani eceran, lebih baik diumumkan terbuka. Selain hotel, katering, restoran, dilarang jadi anggota. Sebab bukan kali ini saja saya kecewa. Bulan lalu juga ketika belanja sekitar pukul 20.30, petugas fresh food (daging dan ikan) juga tidak mau melayani dengan alasan mesin sudah dimatikan.

Bagian ikan juga tidak mau membersihkan ikan, dengan alasan sudah malam. Selain itu, petugas kasir juga menyindir paling cepat baru bisa selesai pukul 23.00 karena ada pelanggan yang baru datang jam 21.00. Bukankah Makro berkomitmen untuk buka dari 07.00 sampai jam 22.00? Tolong dibina petugasnya agar lebih ramah dan sopan kepada pelanggan.

Dengan adanya pesaing baru di Semarang seperti Carrefour dan Hypermart, saya kira sikap arogan Makro tidak tepat. Sebelum ini saya sudah berusaha protes secara internal melalui kotak saran, tetapi tidak ada tanggapan. Berbeda dengan Carrefour, yang mau mengklarifikasi masukan saya. Bahkan bulan lalu, saya dan beberapa pelanggan diundang ke Carrefour untuk memberi kritik dan saran secara pribadi.

Sesuatu yang patut diacungi jempol. Bukan cuma customer service, bahkan semua kepala divisi lengkap, sampai kepala satpam ikut datang ke ruangan pertemuan untuk mendengarkan masukan dari pelanggan. Carrefour tidak terlena dengan sedikitnya keluhan konsumen yang disampaikan di kotak saran, tetapi aktif menjemput bola untuk meminta saran langsung dari pelanggan.

Dengan modal keramahan, tentu saja staf Carrefour mendapat banyak masukan dari pelanggan. Jadi pelanggan bukan sekadar obyek mencari uang, tapi sebagai mitra yang dihargai dan didengar. Terus terang baru kali ini saya mengalami penghargaan demikian. Bukan karena snack yang disajikan atau suvenir tetapi penghargaan dengan cara mendengar keluhan dan masukan, sehingga pelanggan merasa "di-uwong-kan".

Beberapa kali saya memberi kritik dan saran untuk supermarket lain, hanya dicuekin (seperti Makro) atau kadang ditelepon atau maksimal datang untuk minta maaf. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan masukan bagi semua baik perusahaan besar maupun kecil untuk dapat lebih menghargai pelanggannya.

Yulia Dwimulyani

Jl Kelud Utara II/2, Semarang

***

Sinyal Telkomsel

Sudah sebulan terhitung sejak 19 Desember 2007 saya merasa tidak nyaman komunikasi memakai kartu Simpati dari Telkomsel. Hal ini tidak lain karena jaringannya di daerah saya mengalami gangguan. Karena sulitnya mencari sinyal, mulai hari itu saya memakai kartu baru dari provider lain. Sebagai pelanggan, saya mohon penjelasan kira-kira kapan sinyal Telkomsel bisa normal kembali khususnya di daerah saya.

Sukiman SE (0817269285)

Jl Setrokalangan RT.2/RW 1, Kudus

***

Hadiah dari PLN

Sudah beberapa periode ini PT PLN Jateng mengadakan undian berhadiah bagi pelanggan setia yang membayar tagihan rekening sebelum tanggal 10 tiap bulan. Tujuannya untuk peningkatan dan kelancaran penerimaan bagi perusahaan yang tentu diperlukan untuk biaya operasional dan selanjutnya bisa meningkatkan layanan kepada para pelanggan.

Terbukti program undian tersebut menurut PT PLN Jateng, penerimaan tagihan meningkat signifikan. Saya juga termasuk pelanggan yang setiap bulan membayar tagihan sebelum tanggal 10 dengan harapan "ketiban rezeki" yang diiming-imingkan, namun sayang sampai kini rezeki itu belum pernah datang. Saya memahami kesempatan memenangkan undian sangat kecil.

Usul, bagaimana kalau program undian tersebut diganti dengan yang lain. Caranya, bagi pelanggan yang membayar tagihan rekening sebelum tanggal 10 diberi hadiah langsung tanpa diundi. Hadiahnya tidak berupa barang konsumtif seperti sekarang tapi berupa lampu hemat energi entah berapa pun kekuatan watt nya, yang penting kualitasnya.

Diharapkan dengan program hadiah seperti ini akan diperoleh beberapa keuntungan. Pertama, bagi PT PLN memperoleh peningkatan penerimaan. Kedua, adanya pemerataan pemenang undian dibanding program undian yang sekarang di mana pemenangnya hanya beberapa orang saja. Ketiga, masyarakat diuntungkan terutama pelanggan karena tagihan rekening berangsur menurun akibat penggunaan lampu hemat energi hadiah dari PLN. Keuntungan berikutnya, secara nasional akan dapat membantu terlaksananya program pemerintah untuk menghemat energi.

M Suparto

Bantarsoka RT 2/RW 6, Purwokerto

***

Penipuan Timbangan

Penipuan timbangan komplet dengan bandulnya terjadi pada tanggal 12 Januari 2008 pukul 10.00 WIB oleh seorang laki-laki mengendarai motor. Orang itu berciri postur tinggi, mengaku dari Metrologi sebagai petugas kontrol timbangan. Setelah itu dia mengambil timbangan saya untuk distempel di Pasar BK dan akan dikembalikan lagi. Ternyata timbangan tersebut tidak kembali sampai sekarang. Tetangga sebelah juga tertipu 2 bandul timbangan masing - masing 1 kg dan 1/2 kg. Saya tidak mengira kalau dia penipu dan waktu itu saya Iupa tidak mencatat nomorl kendaraannya. Mohon bagi pemilik warung/kios waspada dan hati-hati.

Paidi

Jl Srinindito Tmr RT 7/RW 3, Semarang

***

Lebar Jl Teuku Umar Tegal

Jalan Teuku Umar (Jl II Tegal-Slawi) sampai saat ini kondisinya sempit sehingga kurang ideal sebagai pintu gerbang masuk kota Tegal dari arah Slawi. Lebar ideal Jalan Tengku Umar harus sama dengan lebar Jl Kapten Sudibyo. Arus lalu lintas yang sangat padat di jalan tersebut sehingga sudah mendesak untuk dilebarkan.

Sebagai pintu gerbang masuk kota dari arah selatan (Slawi) perlu dibuat tugu atau gerbang selamat datang yang berada di batas kota. Harus disadari Jl Teuku Umar ada di wilayah kota besar sehingga harus mencerminkan suasana gemerlap dan dinamis. Pelebaran jalan ini penting agar arus kendaraan yang akan masuk dan keluar Kota Tegal berjalan lancar

Jl Tengku Umar juga perlu trotoar untuk melindungi keamanan pejalan kaki dan keindahan kota. Jalan ini juga perlu banyak dipasang lampu sepanjang jalur agar suasana kota jadi terang benderang di malam hari. Pemkot Tegal harus sadar, Jl Teuku Umar memberi kesan awal pada saat masuk kota, jadi kemegahan dan keindahan jalan harus diprioritaskan.

Adrila Trismiadhi

Kp Sumur 44 Klender Duren Sawit, Jaktim

***

Solusi Pelanggaran

terhadap Tarif Parkir

Pelanggaran tarif parkir di kawasan Simpanglima Semarang dan sekitarnya sudah merugikan masyarakat sehingga perlu ditertibkan baik oleh institusi Pemkot yang berwenang maupun dari masyarakat. Di antaranya bisa malalui institusi penegak hukum dan tindakan penertiban secara kontinyu dengan memberikan sanksi tegas kepada pelanggar.

Juru parkir juga diharuskan memakai seragam atau rompi beridentitas parkir dan selalu memberikan karcis parkir. Di lokasi parkir dipasang papan pengumuman tentang tarif parkir sesuai perda dan sanksi bagi pelanggarannya. Masyarakat harus berani menolak bila ditarik tarif lebih besar dari yang semestinya dan selalu minta karcis parkir.

Penertiban tarif parkir juga sebaiknya diberlakukan di tempat parkir pada event tertentu yang sifatnya sementara. Misal parkir pameran tanaman hias di Taman KB Semarang. Dengan adanya keseriusan penangan masalah tarif parkir bersama masyarakat semoga dapat menertibkan tarif parkir di Semarang.

Hari Kartiyono

Jl Batur I/3, Semarang.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA