logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 NASIONAL
Line

SAMBUNG RASA

Stabilitas Sembako

  • dialog dengan GUBERNUR H ALI MUFIZ

Tanya: Bapak Gubernur, saat ini harga sembako melambung harganya. Bagaimana sebenarnya harga sembako di Jateng? Terima kasih. Ning Sampangan, Kota Semarang Jawab: SAUDARI Ning, berdasarkan hasil pemantauan harga komoditas strategis kebutuhan bahan pokok masyarakat di beberapa pasar di Kota Semarang seperti Pasar Bulu, Pasar Peterongan, Pasar Gayamsari, Pasar Johar, harga-harga sembako relatif stabil. Bahkan untuk komoditas kedelai impor sebatas sampel yang diambil terjadi penurunan harga 0,1%.

Itu terjadi karena kemungkinan disebabkan pemberitaan yang terus menerus oleh media massa dan langkah-langkah strategis dari pemerintah pusat berupa penurunan bea impor kedelai menjadi 0%. Hal ini sudah barang tentu berdampak psikologis kepada para pedagang.

Meski demikian, perlu saya sampaikan, potensi meningkatnya harga di masa datang masih tetap bergantung pasokan kedelai impor. Beberapa contoh perkembangan harga dari 22 Januari sampai 23 Januari antara lain beras Cisadane dari Rp 5.500/kg menjadi Rp 5.750/kg dan IR 64 dari Rp 5.300/kg menjadi Rp 5.350/kg. Komoditas gula dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 6.050/kg.

Minyak goreng yang bermerek/botol dari Rp 11.100 menjadi Rp 11.175, sedangkan yang curah/liter yaitu Rp 9.900 menjadi Rp 10.625. Komoditas kedelai/kg, luar negeri (LN) dari Rp 8.200 menjadi Rp 8.125 dan dalam negeri/lokal (DN) dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.000.

Terigu segitiga biru stabil Rp 6.600/kg. Telur ayam/kg Rp 9.400 menjadi Rp 9.950 dan minyak tanah dari Rp 2.640/liter menjadi Rp 2.950/liter.

Dari tujuh komoditas tersebut, yang mengalami kenaikan tertinggi adalah minyak tanah (11,75%), diikuti minyak goreng curah (7,33%) dan kedelai lokal (6,67%). Kenaikan minyak tanah didorong pemberitaan tentang penurunan kuota sebesar 20%, yang telah dicabut kembali oleh PT Pertamina dengan diterbitkannya Surat Gubernur Jawa Tengah tanggal 14 Januari 2008.

Dengan demikian posisi minyak tanah kembali seperti Desember 2007 yaitu hanya dikurangi 41 kiloliter/hari, sehingga diharapkan harga akan kembali stabil. Kalaupun beberapa waktu lalu ada pengurangan, itu sebagaimana diatur berdasarkan kesetaraan energi minyak tanah dengan LPG yaitu 1 liter minyak tanah setara dengan 0,67 kg LPG. Pihak Pertamina dan Hiswana Migas berupaya menjamin minyak tanah akan tersedia seperti sebelum dilakukan program konvensi minyak tanah ke LPG 3 Kg.

Dalam rangka kenaikan menstabilkan harga, pemantauan harga dilakukan secara intensif. Selain meningkatkan kewaspadaan kemungkinan spekulasi harga, utamanya untuk komoditas sebagaimana tersebut di atas.

Saya harapkan masyarakat juga ikut memantau harga sembako di pasar serta tetap tetap, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya secara optimal agar sembako tidak melambung.(60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA