logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 MURIA
Line

Penggarapan Lahan Waduk Seloromo Perparah Sendimentasi

PATI-Sendimentasi Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong belakangan ini semakin memprihatinkan. Diperkirakan, penumpukan lumpur di dasar waduk mencapai lebih dari puluhan ribu meter kubik.

Bahkan kondisi tersebut diperparah dengan makin banyaknya warga sekitar yang menggarap sebagian bantaran waduk tersebut. Menurut salah seorang petugas Waduk Seloromo Suyanto Marta, saat ini lebih dari 100 orang yang memanfaatkan bantaran waduk untuk lahan pertanian dan tambak.

"Beberapa kali warga yang menggarap lahan waduk sudah diberikan pemahaman namun tetap saja tidak diperhatikan. Bahkan ada yang menggarap di lokasi genangan air," ujar dia, Rabu (23/1).

Pantauan Suara Merdeka di ujung waduk bagian barat, lahan bantaran banyak yang dipetak dan ditanami jagung, padi, dan ketela pohon. Sebagian lagi dimanfaatkan untuk tambak ikan tawar seperti mujaer dan tombro.

Menurut Suyanto, penggarapan lahan secara liar itu justru mempercepat dan memperparah sendimentasi. Karena selain penuh sampah, pengolahan tanah untuk pertanian atau tambak juga memperbanyak lumpur. Belum lagi ancaman longsor pada tanggulnya, juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Sejak dioperasikan 1923, lanjutnya, Waduk Seloromo hanya sekali dilakukan pengerukan. Itu dilaksanakan pada dua tahun lalu oleh Diskimpras Pati.

Dua Tahun

Saat kedatangan tim itu, dia mengusulkan, agar penggelontoran (pengurasan) air waduk seluas 150 hektare tersebut dua tahun sekali. Itu dilakukan pada akhir Desember sampai awal Januari saat musim hujan.

Akibat sendimentasi yang semakin parah, tidak bisa menampung air sesuai kapasitasnya 9,5 juta meter kubik. "Sesuai meteran yang ada, volume air sampai hari ini (kemarin, Red) 4.900.000 meter kubik. Namun jika dihitung secara benar mungkin tidak debitnya tidak sejumlah itu karena sendimentasi."

Keinginan agar ada penertiban penggarap liar dan pengerukan pada Waduk Seloromo disampaikan anggota DPRD Pati Kaharto. Wakil rakyat dari desa setempat itu mengkhawatirkan, jika upaya tersebut tidak segera dilakukan maka fungsi waduk tidak bisa maksimal, sehingga meresahkan petani.(H49-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA