logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 SEMARANG
Line

Wilayah Korlap Parkir Dipertegas

  • Hindari Kesemrawutan

SEMARANG- Pembagian wilayah kerja bagi dua kelompok kolektor parkir diharapkan rampung hari ini. Hal itu diupayakan agar tidak terjadi kesemrawutan antarkolektor dari dua kelompok, yakni para koordinator lapangan juru parkir (korlap jukir) dan CV Yunata Sekawan Setara (YSS).

Ketua Forum Komunikasi Korlap Jukir, Ibnu Widodo mengatakan, pembagian wilayah kerja antara dua kelompok kolektor yang direkrut tergantung kebijakan Dishub. Sebagai pelaksana lapangan pihaknya akan menuruti sistem yang diterapkan Dishub. Ia pun siap menerima hasil pembagian wilayah kerja. Karena sudah mendekati hari pelaksanaan sistem pemungutan parkir baru, ia mendesak bisa segera disampaikan.

''Prinsip kami kebijakan ini diserahkan ke Dishub. Kami hanya minta keberadaan korlap yang telah merintis perpakiran diperhatikan,'' katanya.

Ia memahami keinginan Dishub merekrut dua kelompok itu bertujuan untuk menciptakan keamanan dan menghindari hal-hal tidak diinginkan. Pihaknya sudah mengoordinasikan kolektor untuk turun ke lapangan.

Meski demikian ia tetap meminta Dishub adil dalam pembagian wilayah kerjau.

Bagaimanapun di lapangan ada lahan basah maupun kering. Ia menilai lahan-lahan basah perparkiran di Semarang terpusat di Kecamatan Semarang Tengah. Diperkirakan 60% potensi pendapatan parkir ada di wilayah itu, terutama Pecinan. Sementara sejumlah titik parkir di Jl Pandanaran juga memiliki setoran harian tinggi. Sedangkan parkir wilayah Simpanglima bersifat insidental karena lokasi itu sebenarnya masuk wilayah larangan parkir.

Menurutnya, batas-batas wilayah kerja yang jelas bisa mengurangi kemungkinan munculnya konflik yang terjadi. Tarik ulur kepentingan bisa saja terjadi.

Soal penetapan besaran setoran parkir, pihaknya akan mencoba dulu. Selama 3-4 bulan awal akan dijadikan masa orientasi dan masa evaluasi. Bila kemudian hari terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, misalnya jukir sulit mencapai target setoran, maka bisa mengajukan keberatan.

Menolak

Sementara itu, pihak YSS hingga kemarin masih bersikukuh menolak penggabungan dengan korlap. Pertemuan koordinasi di Gedung Parkir Kanjengan yang diadakan Dishub kemarin tidak dihadiri pihak YSS.

Manager Lapangan CV YSS, Herlambang Prabowo beralasan tidak mungkin bisa bekerja sama dengan korlap. Dalam tugas-tugas pengelolaan parkir di tepi jalan umum sebelumnya, korlap justru mengganggu kinerja mereka.

Bahkan ia menilai banyak kebijakan Dishub yang menurutnya tidak jelas. Di samping itu ia lebih cenderung memilih menjadi oposan yang kritis. Apabila kolektor nanti tidak bisa memenuhi target maka pihaknya akan maju untuk mempertanyakannya.

''Korlap pernah menggugat kami ke PTUN, mengganggu di lapangan. Kami tidak bisa bekerja sama dengan orang yang menyakiti kami,'' katanya.(H22,H9-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA