logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Minta Maaf pada Aborigin

CANBERRA - Lebih dari satu dasa warsa perpecahan tentang langkah rekonsiliasi antara suku pribumi dan kelompok lain Australia segera berakhir. Pemerintah Australia akan secara resmi minta maaf kepada Aborigin pada 13 Februari mendatang. Kelompok itu telah dipaksa meninggalkan rumah-rumah mereka berdasar kebijakan asimilasi di masa lalu, kata seorang menteri, kemarin. Langkah itu membawa perdamaian bagi ''Generasi yang Hilang''.

Perdana Menteri Kevin Rudd akan menyampaikan permintaan maaf dalam parlemen nasional, kata Menteri Urusan Pribumi Jenny Macklin.

''Permintaan maaf nasional kepada Generasi yang Hilang dan keluarga mereka itu merupakan hal penting pertama untuk bergerak maju dari masa lalu,'' jelas Macklin dalam sebuah pernyataan.

''Permintaan maaf akan disampaikan atas nama Pemerintah Australia dan tidak dikaitkan dengan kesalahan generasi rakyat Australia saat ini.''

Partai Buruh berhaluan kanan-kiri pimpinan Rudd menjadikan permintaan maaf kepada suku pribumi Australia sebagai bagian utama kampanye bagi pemilihan nasional November lalu. Kemenangan itu mengakhiri 11 tahun kekuasaan konservatif di bawah pimpinan John Howard.

Selasa lalu, Rudd mengesampingkan pembayaran kompensasi setelah Aborigin menuntut dana pampasan sebesar satu miliar dolar Australia untuk para korban kebijakan masa lalu itu.(rtr-niek-26)

Masih ''Cinta'' Thaksin

BANGKOK - Jenderal Thailand yang memimpin kudeta terhadap Thaksin Shinawatra, kemarin, mengatakan dia masih ''cinta'' kepada mantan perdana menteri itu dan berjanji akan mendukung pemerintah baru yang dibentuk sekutu-sekutunya.

Jenderal Sonthi Boonyaratglin, yang menggulingkan pemerintah Thaksin September lalu, menuduh konglomerat itu terlibat skandal korupsi dan tidak setia pada raja. Hal itu merupakan satu pelanggaran serius di Thailand.

Sejak kudeta itu, Thaksin tinggal di pengasingan di Inggris sementara militer melakukan penyelidikan terhadap serangkaian tuduhan korupsi terhadapnya.

Namun sekutu-sekutu Thaksin muncul kembali dengan meraih kemenangan dalam pemilu bulan lalu, dan sekutu politiknya Samak Sundaravej, Selasa lalu menjadi perdana menteri baru negara itu.

Sonthi mengemukakan kepada wartawan bahwa dia telah berbicara dengan Thaksin dua kali melalui telepon sejak Partai Kekuatan Rakyat (PPP) pimpinan Samak meraih kemenangan dalam pemilu. Namun mereka tidak membicarakan kemungkinan kembalinya Thaksin ke Thailand.

Pernyataan itu merupakan satu perubahan haluan bagi Sonthi, yang segera setelah kudeta menyatakan secara tidak langsung bahwa dia mengkhawatirkan nyawanya ketika menjabat panglima militer semasa pemerintahan Thaksin.

Sekarang Sonthi mengatakan dia mendukung penuh pemerintah baru.(ant-26)

Menangi Primary Florida


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA