| Kamis, 31 Januari 2008 | EKONOMI |
Omzet Jamu Naik Rp 1 TriliunSEMARANG-Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu dan Obat Tradisional, Charles Saerang mengatakan, omzet industri jamu tahun ini secara nasional diperkirakan akan mencapai Rp 5 triliun. Angka itu naik sekitar Rp 1 triliun dibandingkan 2007 yang hanya Rp 4 triliun. ''Kenaikan itu tidak lepas dari semakin berkembangnya pasar jamu, baik di pasar lokal maupun luar negeri,'' kata Charles kepada wartawan, di Hotel Gumaya, kemarin. Melihat potensi besar itu, kata dia, para pengusaha jamu diminta melakukan inovasi produk. Misalnya, dengan melakukan uji klinis, sehingga lebih dipercaya masyarakat. Bahkan produk jamu sekarang juga sudah merambah ke industri farmasi. ''Kami juga telah mengawali produk fitofarmaka, yakni kemasan Rheumaneer 750 mg,'' kata Charles yang juga Presdir PT Nyonya Meneer, Semarang. Charles menambahkan, produk Rheumaneer kemasan 750 mg ini, atas saran dari para dokter. Mengingat Rheumaneer ini, sudah bisa digunakan untuk obat-obatan. Karena itu produk ini layak diresepkan sebagai anti rhematik dan anti flamasi. Terlebih, kini pihaknya sedang menggagas kerja sama dengan salah satu perusahaan asuransi di Perancis, terkait penjualan Rheumaneer. ''Saat ini Nyonya Meneer memproduksi Rheumaneer dengan kemasan 500 mg. Adapun penjualan produk yang mendapatkan uji klinis ini, sudah mencapai Rp 500 juta per bulan. Kami targetkan tahun ini naik menjadi Rp 1 miliar,'' ujarnya. (D14-33) |